Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Laba Industri China Melemah, Teknologi Justru Melonjak 110 Persen

3 min read
Laba Industri China Melemah, Teknologi Justru Melonjak 110 Persen
Kota Shanghai di malam hari (pexels.com/. what)
  • Pertumbuhan laba industri China melambat menjadi 4,2 persen pada Agustus 2026, terendah sepanjang tahun, sementara akumulasi Januari–Agustus tumbuh 15,7 persen.
  • Laba sektor komputer, komunikasi, dan elektronik melonjak 110 persen berkat investasi teknologi dan AI, tetapi laba manufaktur mobil turun 16 persen serta minuman dan teh olahan merosot 34,7 persen.
  • Pemerintah China menargetkan penguatan permintaan domestik dan optimalisasi pasokan, di tengah risiko kapasitas produksi tinggi menekan harga, marjin keuntungan, serta persaingan manufaktur global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan laba industri China hanya mencapai 4,2 persen secara tahunan pada Agustus 2026, menjadi laju terendah sepanjang tahun sekaligus melanjutkan perlambatan selama empat bulan beruntun. Sektor manufaktur masih mencatat keuntungan, tetapi pertumbuhannya tertahan karena produksi yang tinggi tak diimbangi konsumsi rumah tangga.

Secara keseluruhan, laba industri China pada Januari hingga Agustus 2026 tumbuh 15,7 persen, turun dari capaian 17,6 persen pada periode Januari hingga Juli. Perolehan Agustus juga menjadi yang terendah sejak November 2025 ketika laba industri sempat anjlok hingga dua digit, setelah sebelumnya melonjak 24,7 persen pada April.

  1. 1. Kebijakan China menargetkan penguatan permintaan domestik

    asi berbelanja produk buatan dalam negeri
    ilustrasi berbelanja produk buatan dalam negeri (pexels.com/易 凡)

    Dilansir CNBC, Kepala Ahli Statistik Biro Statistik Nasional (NBS), Yu Weining, menyebut perlambatan pertumbuhan pada Agustus terutama dipengaruhi efek basis tinggi dari tahun sebelumnya. Ia menyatakan para pembuat kebijakan berkomitmen memperkuat permintaan domestik dan mengoptimalkan pasokan.

    Tekanan tersebut muncul setelah kondisi perekonomian sempat membaik pada awal tahun, dengan laba industri kembali tumbuh dua digit setelah hanya naik 0,6 persen sepanjang 2025 yang menandai berakhirnya deflasi harga pabrik selama tiga tahun. Pertumbuhan ekonomi China juga melambat ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun pada kuartal II-2026 akibat kemerosotan sektor properti, sementara Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi menunjukkan kontraksi manufaktur pada Juli dan Agustus di tengah melemahnya investasi perkotaan dan penjualan ritel.

  2. 2. Sektor teknologi menopang laba industri China

    ilustrasi perakitan chip China (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
    ilustrasi perakitan chip China (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Sektor teknologi menjadi salah satu penopang utama perekonomian di tengah tekanan tersebut. Firstpost mengutip data NBS yang menunjukkan laba industri komputer, peralatan komunikasi, serta elektronik melonjak 110 persen pada Januari hingga Agustus 2026, didorong siklus investasi global pada teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).

    Sebaliknya, industri yang bergantung pada daya beli rumah tangga menghadapi tekanan lebih besar. Laba manufaktur mobil turun 16 persen akibat persaingan pasar yang sangat ketat, sedangkan laba manufaktur minuman dan teh olahan merosot 34,7 persen. Meskipun demikian, produksi industri secara keseluruhan masih solid dengan keluaran industri naik 5,2 persen, manufaktur tumbuh 6,1 persen, serta produksi komputer dan peralatan komunikasi meningkat 17,2 persen.

  3. 3. Ekspansi manufaktur China menghadapi tekanan permintaan

    ilustrasi barang ekspor dari China
    ilustrasi barang ekspor dari China (pexels.com/DuaEnam KosongLima)

    Penasihat Senior Bank Sentral China, Huang Yiping, memperingatkan bahwa meluasnya penggunaan AI berpotensi memperbesar kesenjangan antara pasokan yang tinggi dan permintaan domestik yang lemah. Ia mendorong kebijakan yang meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus menyehatkan neraca keuangan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan korporasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menangani kapasitas produksi yang berisiko menekan harga serta marjin keuntungan.

    Ekspansi manufaktur China juga menjadi perhatian internasional karena Bank Sentral Eropa (ECB) menilai dominasi manufaktur bernilai tinggi dari negara tersebut mulai menekan produsen Eropa, terutama Jerman. Ekonom Danske Bank, Allan von Mehren, memperkirakan otoritas akan mempercepat penerapan stimulus dan penyaluran investasi pada paruh kedua tahun ini. Penyaluran tersebut ditujukan untuk sektor strategis seperti air, jaringan listrik, pusat data, pipa perkotaan, dan jaringan logistik guna menopang perekonomian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More