Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua Panda China Segera Tiba di Atlanta, Xi Jinping: Simbol Persahabatan

3 min read
Dua Panda China Segera Tiba di Atlanta, Xi Jinping: Simbol Persahabatan
ilustrasi panda (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)
  • Kebun Binatang Atlanta akan menerima panda raksasa Ping Ping dan Fu Shuang dari Chengdu, kedatangan pertama setelah empat panda sebelumnya dipulangkan ke China pada November 2024.
  • Pengiriman panda diumumkan saat kunjungan Xi Jinping ke AS, bersamaan dengan pembahasan AI, tarif, mineral kritis, Taiwan, dan perang Iran antara Xi dan Donald Trump.
  • Diplomasi panda China, yang berjalan sejak 1972, digunakan untuk membangun niat baik; pengamat menilai langkah ini menjaga ruang keterlibatan masyarakat di tengah persaingan kedua negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kebun Binatang Atlanta kembali mendapatkan dua panda raksasa, Ping Ping dan Fu Shuang, yang dikirim dari pangkalan penelitian di Chengdu. Kedua panda tersebut diperkirakan tiba dalam beberapa hari, sekaligus menjadi kedatangan pertama setelah empat panda sebelumnya dipulangkan ke China pada November 2024 ketika kebun binatang itu menjadi lokasi terakhir di Amerika Serikat (AS) yang tak lagi memiliki panda.

Kedatangan kedua panda diumumkan saat kunjungan kenegaraan pertama Pemimpin China Xi Jinping ke AS dalam lebih dari satu dekade dibuka.

“Panda raksasa telah menjadi utusan persahabatan antara rakyat China dan Amerika,” kata Xi pada Kamis (24/9/2026), dalam upacara di Gedung Putih, dikutip CNBC.

  1. 1. Trump menyambut Xi di pangkalan bersama Andrews

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China.
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China. (Dan Scavino, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Presiden AS Donald Trump menyambut Xi di sisi pesawat saat tiba di Pangkalan Bersama Andrews pada Rabu (23/9/2026), bentuk penyambutan yang jarang diberikan kepada seorang kepala negara. Kedua pemimpin itu bertemu untuk membicarakan kecerdasan buatan (AI), tarif, mineral kritis, Taiwan, serta perang Iran.

    Di luar agenda strategis tersebut, Xi menyebut China akan mengundang 100 ribu anak muda AS untuk belajar di negaranya selama lima tahun mendatang. Laporan media pemerintah China menyebut program pinjaman panda di AS telah menghasilkan 17 anak, terdiri dari enam di San Diego, empat di Washington, dan tujuh di Atlanta.

  2. 2. China menjalankan diplomasi panda sejak 1972

    ilustrasi panda
    ilustrasi panda (pexels.com/Klub Boks)

    Peminjaman panda raksasa dikenal sebagai diplomasi panda, sebuah tradisi lama China yang menggunakan hewan tersebut untuk membangun niat baik antarnegara. Praktik itu bermula setelah kunjungan bersejarah Presiden AS Richard Nixon ke China pada 1972, ketika Ketua Mao Zedong mengirim Ling-Ling dan Hsing-Hsing ke Kebun Binatang Nasional Washington dan keduanya menarik perhatian lebih dari satu juta pengunjung pada tahun pertama.

    China kemudian mengganti kebijakan pemberian panda secara gratis menjadi peminjaman jangka panjang dengan biaya tahunan sejak 1984, disertai ketentuan bahwa anak panda yang lahir di luar negeri tetap menjadi milik China. Keberadaan panda juga menjadi barometer hubungan kedua negara, dengan jumlahnya menyusut ketika ketegangan dagang dan isu Taiwan memanas, lalu kembali bertambah setelah San Diego serta Washington menerima pasangan baru pada 2024.

  3. 3. Pengamat menilai diplomasi panda membawa pesan persahabatan

    ilustrasi panda
    ilustrasi panda (pexels.com/Lily Lili)

    Direktur Pusat Studi Amerika di Universitas Fudan, Wu Xinbo, menilai diplomasi panda membawa pesan persahabatan dari negaranya.

    “Diplomasi panda menyampaikan pesan persahabatan dan niat baik dari China. Orang Amerika mungkin tidak menyukai China, tetapi mereka pasti akan menyukai panda,” ujar Wu, dikutip Livemint.

    Sementara itu, Associate Professor Universitas New York Shanghai Han Shen Lin menyebut langkah Beijing tersebut menyampaikan pesan persahabatan tanpa konsesi kebijakan besar. Menurut Han, kehadiran panda menjadi pengingat bagi Washington bahwa ruang keterlibatan antarmasyarakat masih terbuka di tengah persaingan antarnegara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More