Konsumen antre perdana iPhone 17. (Dok. ERAA)
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), emiten ritel dan distribusi perangkat elektronik, gaya hidup, aksesoris, serta food and beverages, membukukan pertumbuhan yang ditopang lini digital, gaya hidup aktif, serta makanan dan minuman sepanjang semester pertama 2026. Penjualan tercatat Rp42,9 triliun, naik 22,4 persen secara tahunan, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp784 miliar atau tumbuh 38,0 persen.
Laba melaju lebih cepat dibanding penjualan, dan pergeserannya terjadi di sisi beban operasional, dengan rasio beban terhadap penjualan turun ke 7,8 persen dari 8,1 persen. Laba kotor mencapai Rp4,8 triliun, naik 21,0 persen, dengan margin laba kotor terjaga di 11,2 persen dan margin bersih menguat ke 1,8 persen dari 1,6 persen.
Vice President Infovesta Utama dan analis pasar modal, Wawan Hendrayana, menilai laba yang melaju lebih cepat dibanding penjualan pada dasarnya merupakan sinyal positif karena mencerminkan operating leverage. Menurut dia, kualitas laba semacam itu terbaca dari sumbernya.
"Yang utama justru kemampuan menggeser penjualan ke produk premium, mengelola persediaan dan modal kerja, serta punya daya tawar terhadap merek. Efisiensi biaya penting, tetapi sifatnya sekunder," ujar Wawan.