Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
LYVE.IN Bidik Bisnis Brand Lewat Live Streaming
LYVE.IN Bidik Pertumbuhan Bisnis Brand Lewat Live Streaming. (Doc Istimewa)
  • Riset NielsenIQ di 41 kota menunjukkan 78% responden menyukai live shopping saat Mega Sales; 51% lebih sering berbelanja dan 44% membelanjakan lebih banyak dibanding pembelian reguler.
  • LYVE.IN hadir sebagai layanan B2B end-to-end, mencakup host, konsep kreatif, produksi, dan operasional untuk membantu brand menjadikan live streaming sebagai channel penjualan berkelanjutan.
  • Didukung pengalaman pendirinya sebagai host sejak 2021, LYVE.IN telah bekerja dengan Nike, UNIQLO, Samsung, Converse, dan Victoria’s Secret serta menyesuaikan eksekusi dengan kebutuhan brand.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja melalui platform digital membuat live commerce semakin relevan bagi brand. Kanal ini tidak lagi hanya digunakan untuk aktivitas promosi atau kampanye, tetapi mulai dilihat sebagai bagian dari strategi penjualan online yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Riset NielsenIQ terhadap 1.016 pengguna internet di 41 kota di Indonesia menunjukkan, 78 persen responden memilih live shopping sebagai fitur yang paling disukai selama periode Mega Sales. Sebanyak 51 persen responden mengatakan mereka berbelanja lebih sering melalui sesi live, sementara 44 persen mengaku mengeluarkan lebih banyak uang saat berbelanja melalui live shopping dibandingkan pembelian reguler.

Melihat peluang tersebut, LYVE.IN hadir sebagai B2B live streaming service yang membantu brand mengembangkan dan mengoptimalkan live streaming sebagai salah satu channel pertumbuhan bisnis.

1. Live streaming makin relevan untuk penjualan

LYVE.IN Bidik Pertumbuhan Bisnis Brand Lewat Live Streaming. (Doc Istimewa)

Perkembangan live commerce membuat fungsi live streaming bagi brand ikut berubah. Jika sebelumnya kanal ini banyak digunakan sebagai sarana promosi dan kampanye, kini live streaming semakin dipertimbangkan sebagai channel penjualan yang membutuhkan strategi dan pengelolaan secara berkelanjutan.

Temuan NielsenIQ turut menunjukkan besarnya potensi tersebut. Selain menjadi fitur yang paling disukai selama periode Mega Sales, live shopping berkaitan dengan peningkatan frekuensi maupun nilai belanja konsumen.

Kondisi ini membuka peluang bagi brand untuk menjadikan live streaming sebagai bagian dari strategi pertumbuhan online sales. Namun, pengelolaannya tidak cukup hanya mengandalkan talent yang tampil di depan kamera.

“kami melihat live streaming punya potential yang besar sebagai salah satu channel penjualan. tapi untuk bisa scale, brand membutuhkan lebih dari sekadar talent yang tampil di depan kamera. ada strategy, format, production, dan execution yang harus berjalan bersama,” ujar Founder LYVE.IN, Iman Hakiki (Kiki).

2. LYVE.IN tawarkan layanan end-to-end

LYVE.IN Bidik Pertumbuhan Bisnis Brand Lewat Live Streaming. (Doc Istimewa)

LYVE.IN menawarkan layanan live streaming secara end-to-end, mulai dari penyediaan host dan talent, creative concept, produksi, hingga dukungan operasional. Pendekatan tersebut diarahkan agar brand tidak sekadar melakukan sesi live, tetapi dapat membangun sebuah channel yang berjalan konsisten dan terus dikembangkan untuk mendukung penjualan online.

Dalam perkembangannya, LYVE.IN telah bekerja dengan sejumlah brand, termasuk Nike, UNIQLO, Samsung, Converse, dan Victoria’s Secret. Beragam kategori tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan live streaming dapat mencakup berbagai tujuan, mulai dari memperkenalkan produk dan membangun engagement hingga mendukung penjualan online.

Pemilihan talent, format acara, creative direction, produksi, hingga eksekusi operasional disesuaikan dengan karakter produk, target audience, platform, serta tujuan bisnis yang ingin dicapai.

“kami ingin brand melihat live streaming sebagai business channel, bukan hanya aktivitas marketing. ketika formatnya sudah tepat dan execution-nya konsisten, channel ini punya ruang untuk terus dioptimalkan dan di-scale,” lanjut Kiki.

3. Pengalaman host jadi fondasi bisnis

LYVE.IN Bidik Pertumbuhan Bisnis Brand Lewat Live Streaming. (Doc Istimewa)

Pengembangan LYVE.IN turut didukung pengalaman Kiki di industri live streaming. Sejak 2021, Kiki telah aktif sebagai host live streaming di platform e-commerce dan terlibat dalam berbagai program bersama sejumlah public figure Indonesia, termasuk Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, serta Gisella Anastasia.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman langsung mengenai dinamika live streaming, mulai dari membangun engagement dengan audience, menyampaikan product knowledge secara natural, hingga menjaga performa dan momentum selama sesi live.

“sebagai host, saya melihat langsung bagaimana audience merespons sebuah produk. dari pertanyaan yang muncul, cara mereka berinteraksi, sampai momen ketika audience akhirnya tertarik untuk membeli. pengalaman itu kemudian kami bawa ke LYVE.IN dari sisi yang lebih business oriented,” kata Kiki.

LYVE.IN dikembangkan bersama Aldo Putra Sanjaya dan Hamdya Jaka Pradana sebagai partner bisnis. Ketiganya membawa perspektif dan pengalaman yang saling melengkapi untuk membangun layanan B2B yang berfokus pada kebutuhan brand dan pertumbuhan online sales.

Ke depan, LYVE.IN melihat peluang live commerce di Indonesia masih besar. Seiring konsumen semakin terbiasa menemukan, mempertimbangkan, dan membeli produk melalui platform digital, kebutuhan terhadap layanan live streaming yang terstruktur dan berorientasi pada hasil diperkirakan terus meningkat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article