Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IKK Berbalik Naik, Purbaya: Sinyal Pemulihan Ekonomi

IKK Berbalik Naik, Purbaya: Sinyal Pemulihan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).
  • Indeks Keyakinan Konsumen naik dari 116,8 pada Juli menjadi 118,5 pada Agustus 2026, membalik tren penurunan sejak April yang dinilai Menkeu Purbaya sebagai sinyal pemulihan konsumsi.
  • Purbaya menyebut stimulus pemerintah Rp26,34 triliun pada Juni 2026 mulai terlihat dampaknya, sementara pemerintah akan terus menjaga daya beli dan konsumsi rumah tangga.
  • Penguatan IKK didukung IKE yang naik menjadi 109,4, termasuk kenaikan indeks lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama; IKK tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp5 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penurunan selama beberapa bulan. Bank Indonesia (BI) mencatat IKK naik menjadi 118,5 pada Agustus 2026, dari 116,8 pada Juli 2026.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan konsumsi masyarakat. Menurutnya, pembalikan tren IKK menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi.

“Kalau Anda lihat kan sebelumnya turun terus, saya bilang sejak awal tahun turun terus. Ini pembalikan yang pertama, menjadi satu sinyal yang positif. Mudah-mudahan ke depan akan membaik terus,” ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Lembaga National Single Window (LNSW), Jakarta, Rabu (9/9/2026).

IKK tercatat sebesar 123 pada April 2026. Angka tersebut kemudian turun menjadi 120,9 pada Mei, 117,8 pada Juni, dan kembali melemah menjadi 116,8 pada Juli 2026. Namun, tren tersebut berbalik pada Agustus dengan kenaikan IKK menjadi 118,5.

  1. 1. Perbaikan keyakinan konsumen cerminkan dampak stimulus

    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
    ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

    Purbaya menilai perbaikan keyakinan konsumen tersebut mulai mencerminkan dampak dari berbagai stimulus yang telah digelontorkan pemerintah. Pada Juni 2026, pemerintah mengalokasikan Rp26,34 triliun untuk stimulus ekonomi, insentif transportasi, program magang, hingga bantuan pangan.

    “ Kemungkinan besar beberapa stimulus yang kita berikan mulai terlihat di perekonomian. Perbaikan yang terlihat di pasar modal, pasar keuangan, itu merefleksikan adanya perbaikan riil di perekonomian kita,” ucap Purbaya.

  2. 2. Pemerintah jaga daya beli dan konsumsi rumah tangga

    ilustrasi daya beli masyarakat
    ilustrasi daya beli masyarakat (pexels.com/ Muhamad Guruh Budi Hartono)

    Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat. Pasalnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Kita akan memastikan kebijakan ekonomi kita memberi dampak yang lebih positif ke perekonomian. Jadi harusnya consumer confidence-nya akan membaik lagi ke depan,” kata Purbaya.

  3. 3. Perbaikan IKK tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik jadi 109,4

    IKK Berbalik Naik, Purbaya: Sinyal Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

    Sementara itu, membaiknya IKK juga tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik menjadi 109,4 pada Agustus 2026, dari 107,9 pada Juli 2026. Kenaikan IKE ditopang oleh membaiknya sejumlah komponen pembentuknya. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) meningkat menjadi 104,1 dari 101,1, sedangkan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) naik menjadi 106,1 dari 104,1.

    Adapun Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) masih berada di zona optimistis dengan level 118 pada Agustus 2026. Dari sisi ekspektasi, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat 125,7 pada Agustus 2026. Angka ini sama dengan posisi Juli 2026, bukan lebih tinggi seperti yang tertulis dalam naskah awal.

    Berdasarkan kelompok pengeluaran, IKK tertinggi tercatat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan, yakni 123,9. Berdasarkan kelompok usia, IKK tertinggi berada pada kelompok usia 20–30 tahun dengan indeks 123,3.

    Secara spasial, kenaikan IKK tertinggi terjadi di Mataram, Bandung, dan Medan. Sementara itu, penurunan IKK terbesar tercatat di Padang, Surabaya, dan Banten.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More