Kata Bos Jasa Marga soal Pembagian Dividen, Pastikan Tetap Stabil

- Jasa Marga menegaskan komitmen menjaga dividend payout ratio stabil, setelah membagikan dividen Rp1,1 triliun atau 31 persen laba bersih tahun buku 2025.
- Pada semester I-2026, laba Jasa Marga naik 2 persen menjadi Rp1,91 triliun, didukung pertumbuhan EBITDA, pendapatan nonkonstruksi, dan volume lalu lintas.
- Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I-2026 dari alokasi Rp12 triliun untuk operasi, pemeliharaan, dan lima proyek tol.
Jakarta, IDN Times - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyatakan komitmen kepada pemegang saham terkait pembagian dividen dengan dividend payout ratio (DPR) yang stabil.
Direktur Utama JSMR, Rivan A. Purwantoro mengatakan perusahaan fokus pada penciptaan nilai yang berkelanjutan, mengingat karakteristik usaha Jasa Marga defensif dengan masa konsesi jangka panjang.
“Kami memastikan bahwa perseroan memahami tentang pentingnya konsistensi pembayaran dividen kepada pemegang saham yang kami serahkan dalam dividend payout ratio atau DPR yang stabil dan sesuai dengan ekspektasi,” ujar Rivan dalam Public Expose (Pubex) 2026, Rabu (9/9/2026).
1. JSMR bagikan dividen dengan DPR di atas 30 persen dari laba

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono (dok. Jasa Marga) Rivan menyinggung pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp1,1 triliun, atau setara 31 persen dari total laba bersih.
Selain pengembalian investasi kepada pemegang saham, perseroan juga memastikan akan terus menjaga kebutuhan untuk ekspansi permodalan internal.
“Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga bahwa stabilitas pembagian dividen ini secara nominal dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, lalu ada kebutuhan investasi, dan keberlanjutan bisnis perseroan,” ucap Rivan.
2. Laba Jasa Marga tumbuh 2 persen

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meninjau Travoy Rest KM 88A dan Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, pada Selasa (21/07). (Dok. Jasa Marga) Hingga semester I-2026, Jasa Mrga membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,91 triliun, tumbuh 2 persen dibandingkan semester I-2025 yang senilai Rp1,87 triliun.
EBITDA perseroan tembus Rp6,99 triliun, tumbuh 8,1 persen secara year on year (yoy). EBITDA margin meningkat dari 67 persen, menjadi 67,8 persen.
Lebih lanjut, pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp10,31 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,58 triliun.
Pertumbuhan pendapatan usaha itu dilatarbelakangi oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian Jalan Tol Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta dampak penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol Jasa Marga.
Adapun volume lalu lintas Jasa Marga per semester I-2026 mencapai 647,48 juta kendaraan, naik 1,7 persen dibandingkan 636,63 juta kendaraan pada periode yang sama tahun lalu.
3. Jasa Marga serap capex Rp4,4 triliun hingga pertengahan 2026

Tol Japek II Selatan (Korlantas Polri) Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex), hingga semester I-2026 perusahaan telah menyerap Rp4,4 triliun. Tahun ini, perusahaan mengalokasikan capex Rp12 triliun.
Serapan capex itu digunakan untuk pembiayaan operasional, pemeliharaan, serta investasi pembangunan lima proyek jalan tol yang sedang berjalan.
Lebih rinci, lima proyek jalan tol yang dimaksud adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi Setu—Sadang, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Jogja-Solo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
“Serapan capex tahun ini sangat tergantung pada realisasi di lapangan tentunya. Namun, kami estimasikan bahwa capex investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun," tutur Rivan.
Dia mengatakan, belanja modal tahun ini difokuskan pada optimalisasi jadwal konstruksi dan pengoperasian secara bertahap.






















