Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ADHI Bakal Lepas Bisnis Jalan Tol hingga Hotel

ADHI Bakal Lepas Bisnis Jalan Tol hingga Hotel
Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (dok. Adhi Karya)
  • PT Adhi Karya akan merampingkan bisnis dan mendivestasikan seluruh portofolio yang tidak sejalan dengan kompetensi inti sebagai kontraktor, sesuai arahan pemegang saham.
  • Divestasi mencakup kepemilikan pada enam proyek jalan tol, sektor penyediaan air, proyek energi, serta tiga aset hotel yang dioperasikan anak usaha.
  • Pada 2026, ADHI menargetkan divestasi tiga anak usaha dan melanjutkan pemangkasan entitas bisnis pada tahun berikutnya tanpa pengecualian bagi sektor noninti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) tengah melakukan perampingan lini bisnis yang tidak sesuai dengan bisnis inti perusahaan sebagai kontraktor. Upaya itu dilakukan salah satunya dengan melepas sejumlah bisnis, salah satunya jalan tol.

"Sesuai dengan arahan pemegang saham, ADHI back to core, sehingga bisnis yang tidak inline atau tidak sejalan seluruhnya akan dilakukan proses divestasi," kata Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko ADHI, Rozi Sparta dalam public expose (pubex) ADHI, Rabu (9/9/2026).

  1. 1. Bakal lepas kepemilikan saham di proyek jalan tol

    Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. Humas Adhi Karya)
    Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (dok. Adhi Karya)

    Saat ini, Adhi Karya memiliki 18 anak usaha, di mana tujuh perusahaan merupakan anak usaha langsung, 10 entitas merupakan perusahaan afiliasi, dan 1 cucu usaha yang merupakan anak usaha PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

    Dari 10 perusahaan afiliasi, enam perusahaan bergerak dalam portofolio jalan tol, yakni Jasamarga Jogja Solo, Jasamarga Jogja Bawen, Jasamarga Akses Patimban, PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) selaku operator tol Bogor-serpong, Jakarta Metro Express yang merupakan salah satu portofolio di JORR Elevated, serta Jasamarga Bali Tol.

    ADHI tercatat memiliki 47,18 persen saham pada Jasamarga Solo Joga, 25,50 persen pada Jasamarga Jogja Bawen, 7,22 persen pada entitas Jasamarga Akses Patimban, 12 persen pada BSIS, 4,81 persen untuk Jakarta Metro Expressway, dan 0,79 persen untuk Jasamarga Bali Tol. Selain jalan tol, perusahaan akan melepas bisnis yang bergerak di sektor penyediaan air, serta proyek di sektor energi.

    "Jadi memang yang tidak inline dengan core kompetensi, apapun bentuknya, baik itu air, energi, maupun jalan tol,” tutur Rozi.

  2. 2. Bakal lepas bisnis hotel

    Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta. (dok. Adhi Karya)
    Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta. (dok. Adhi Karya)

    Tak hanya itu, perusahaan juga memiliki tiga aset hotel yang dioperasikan anak usahanya.

    “Dan kami juga punya tiga aset hotel yang saat ini dioperasikan anak perusahaan, ini merupakan satu bagian dalam program divestasi," ucap Rozi.

    ADHI juga tercatat memiliki portofolio di sektor air, yang terwujud dalam kepemilikan 20,34 persen saham di Karian Water Services (Tangerang, Banten), dan 25 persen saham di Indonesia America Water Company (IAWCO) atau PT Perusahaan Air Indonesia Amerika.

    Bahkan, ADHI tercatat memiliki portofolio di sektor logistik dengan pembentukan perusahan bersama, yakni Karian Logistik Nusantara, yang bergerak dalam pengadaan proyek IKN dan TPPI.

  3. 3. Selain bisnis inti bakal didivestasi

    Mobilitas material timbunan di lahan penggarapan Tol Yogya-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. PT Adhi Karya)
    Mobilitas material timbunan di lahan penggarapan Tol Yogya-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. (Dok. PT Adhi Karya)

    Rozi memastikan, tak ada sektor di luar bisnis inti yang mendapat pengecualian dalam proses divestasi. Dia memastikan perusahaan akan melepas seluruh bisnis yang di luar bisnis inti.

    Pada tahun ini, perusahaan menargetkan ada tiga anak usaha yang akan didivestasi, dan melanjutkan proses pemangkasan anak usaha tahun depan.

    “Harapannya di tahun 2026 ini beberapa dari perusahaan afiliasi kita lakukan streamlining dalam bentuk divestasi,” kata Rozi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More