Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian dalam jumpa pers di di Kantor BNPP, Jakarta, Kamis (23/4/2026) (Dok. Kemendagri)
Dibandingkan kabupaten dan kota, kapasitas fiskal pemerintah provinsi dinilai relatif lebih baik. Namun, masih terdapat sejumlah provinsi yang bergantung pada transfer pusat.
“Dari 38 provinsi, 20 persen atau 53 persen kuat fiskalnya, 8 provinsi atau 21 persen (kapasitas fiskal) sedang, dan 10 provinsi atau 26 persen lemah, artinya sangat tergantung dengan TKD,” kata Tito.
Sementara, pada tingkat kota, terdapat 15 kota yang memiliki kapasitas fiskal kuat, 19 kota berkapasitas sedang, dan 59 kota masuk kategori lemah.
“Dari 93 kota, hanya 15 kota yang kuat, 16 persen. 19 kota sedang. 59 kota lemah. Dari sini bisa dilihat problema terberat adalah di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Selain memaparkan kondisi fiskal daerah, Mendagri juga menyampaikan data aparatur sipil negara (ASN) nasional. Jumlah ASN di Indonesia saat ini mencapai 6.546.083 orang. Dari jumlah tersebut, 54 persen berstatus pegawai negeri sipil (PNS), 31 persen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 15 persen PPPK paruh waktu.
Adapun ASN yang bekerja di instansi pusat berjumlah lebih dari 1,4 juta orang, sedangkan sekitar 5,1 juta ASN atau 78 persen berada di daerah. Sementara ASN di tingkat pusat mencapai 22 persen dari total ASN nasional.