Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemendagri Minta Pemda Bergerak Tangani Kenaikan Harga Cabai Merah

Kemendagri Minta Pemda Bergerak Tangani Kenaikan Harga Cabai Merah
Cabai merah keriting hasil panen petani Aceh. (dok. Bapanas)
Intinya Sih
  • Kemendagri meminta Pemda segera mengendalikan kenaikan harga cabai merah di 242 daerah, terutama yang belum bekerja sama dengan Kementan dalam program peningkatan produksi.
  • Tomsi Tohir menyoroti stok beras nasional mencapai 5,19 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, namun distribusinya harus diperkuat agar harga tetap stabil di seluruh daerah.
  • Pemda diminta memastikan harga bahan pokok tidak melebihi HET dan belajar dari pengalaman sebelumnya untuk menjaga kestabilan harga saat musim penghujan maupun kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta jajaran pemerintah daerah (Pemda) yang daerahnya mengalami kenaikan harga komoditas cabai merah segera melakukan langkah pengendalian. Berdasarkan data Kemendagri per 11 Mei 2026, terdapat 242 daerah yang mengalami kenaikan harga cabai merah pada minggu pertama Mei 2026.

“(Pemda) boleh tidak membangun atau tidak bekerja sama dengan Kementan untuk menanam cabai, dengan catatan jangan (sampai harga) cabainya naik,” ujar Tomsi pada acara Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, dikutip Rabu (13/5/2026).

1. Soroti daerah yang belum kerja sama dengan Kementan

Riyanto
Aktivitas petani cabai rawit di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun. (IDN Times/Riyanto).

Tomsi mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), terdapat daerah yang belum bekerja sama dengan Kementan dalam mendukung program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) khusus untuk peningkatan produksi cabai merah. Ada pula daerah yang menolak alokasi kawasan cabai untuk program tersebut.

Meskipun demikian, ia meminta daerah dapat mengendalikan harga cabai merah lantaran kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada masyarakat.

2. Stok ketersediaan beras sangat melimpah

IMG_8220.jpeg
Bulog Kalbar pastikan mutu beras SPHP baik. (IDN Times/Teri).

Di sisi lain, pada forum yang sama, Tomsi mengapresiasi stok ketersediaan beras yang sangat melimpah, yakni sebanyak 5,19 juta ton. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Meski begitu, ia tetap meminta Perum Bulog memastikan akses distribusi beras ke daerah berlangsung optimal. Pasalnya, masih ada sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras.

“Tolong Ibu (Perum Bulog) data kan daerah-daerah masih tinggi, minta dihubungi untuk Bulognya supaya penyalurannya ditingkatkan,” imbuh Tomsi.

3. Ingatkan soal Harga Eceran Tertinggi

pasar badung 3.jpeg
Ilustrasi pedagang cabai, bawang, dan sembako lainnya di Pasar Badung. (IDN Times/Yuko Utami)

Ia kembali mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) merupakan standar pemerintah dalam memonitor kenaikan harga komoditas. Tomsi mengajak Pemda memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak melebihi HET.

Tomsi menyadari tantangan dan dinamika dalam upaya stabilisasi harga komoditas di daerah tidak mudah. Namun demikian, berkaca dari berbagai kondisi yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya, daerah terbukti mampu mengendalikan harga. Oleh karena itu, ia mendorong daerah agar belajar dari pengalaman dalam mengatasi kenaikan harga, terutama pada musim penghujan maupun kemarau.

“Dengan rapat yang setiap minggu, dengan bertahun-tahun kita mengalami musim yang sama, musim penghujan, panas, gelombang tinggi, kita harus sudah bisa mengatasi kebiasaan-kebiasaan itu. Kita sudah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan kita itu,” imbuh Tomsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More