Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana B50, Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana B50, Perkuat Ketahanan Energi
PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan lifting atau pengiriman perdana Biosolar 50 (B50) sebagai bagian dari implementasi program mandatori B50. (Dok/Istimewa).
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga mulai melakukan lifting atau pengiriman perdana Biosolar 50 (B50) sebagai bagian dari implementasi program mandatori B50 yang telah diluncurkan pemerintah.

Langkah ini menjadi tonggak awal distribusi bahan bakar campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50 persen solar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

1. Lifting perdana dilakukan pada Kilang Kasim 18 Juli 2026

Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, lifting perdana dilakukan dari Kilang Kasim pada 18 Juli 2026, disusul Kilang Plaju pada 22 Juli 2026.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Pertamina Patra Niaga terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi.

"Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan salah satu milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional, khususnya melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).

2. B50 yang sudah dikirim akan didistribusikan ke wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur

Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Pada pengiriman perdana tersebut, Kilang Kasim menyalurkan 4.600 kiloliter (KL) B50 ke MT Krasak. Sementara itu, Kilang Plaju mengirimkan 8.230 KL B50 ke Integrated Terminal (IT) Palembang.

B50 yang telah dikirim selanjutnya akan didistribusikan ke SPBU di wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

3. Implementasi B50 bisa hemat devisa negara

Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Kitty menjelaskan, sebelum lifting dilakukan, perusahaan telah menyiapkan berbagai aspek operasional, mulai dari kesiapan fasilitas dan infrastruktur, pengendalian mutu produk, hingga aspek keselamatan untuk memastikan implementasi B50 berjalan sesuai standar.

Ia menambahkan, proses pencampuran atau blending antara solar dan FAME dilakukan secara bertahap hingga mencapai komposisi yang sesuai spesifikasi. Setelah itu, produk B50 diuji di laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelum disalurkan ke Fuel Terminal dan didistribusikan ke SPBU.

Selain memperkuat ketahanan energi, Kitty menilai, implementasi B50 juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

"Program tersebut dapat menghemat devisa negara melalui penurunan impor solar, sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More