ilustrasi plastik berasal dari nafta (pixabay.com/EKM-Mittelsachsen)
Nafta dibagi menjadi tiga grade utama, yaitu nafta ringan, nafta berat, dan nafta aromatik, ini rinciannya:
1. Nafta Ringan
Nafta ringan atau paraffinic naphtha adalah nafta yang kaya akan hidrokarbon parafin. Jenis nafta ini biasanya digunakan untuk membuat bahan baku petrokimia, seperti propilena dan etilena.
Nafta ringan memiliki titik didih sekitar 30–90 derajat celsius dan terdiri dari 5–6 atom karbon. Umumnya, nafta ringan digunakan untuk membuat bahan bakar, seperti bensin, pelapis, pplastik, pelarut, dan cat.
2. Nafta Berat
Nafta berat atau naphthenic naphtha adalah fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih sekitar 90–200 derajat celsius. Umumnya, bahan ini mengandung sikloalkana dan alkana. Meski begitu, beberapa jenis nafta berat juga mengandung aromatik.
Nafta ini memiliki kadar Research Octane Number (RON) yang rendah sehingga perlu diproses agar kadarnya meningkat. Karakteristik umum nafta berat adalah sangat mudah menguap. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat oli mesin, pelarut, dan aspal.
3. Nafta Aromatik
Nafta aromatik mengandung banyak komponen aromatik. Bahan ini dapat berasap, karsinogenik, dan beracun. Nafta aromatik cocok untuk diproduksi menjadi pelarut cair industri, zat tambahan bahan bakar, cat dan pelapis, pestisida, pembersih rumah tangga, dan masih banyak lagi.