Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Nafta yang Picu Kenaikan Harga Plastik di Dalam Negeri
Tumpukan plastik kiloan yang dijual di Pasar Peterongan Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kelangkaan bahan baku plastik di Indonesia terjadi akibat terganggunya pasokan nafta, komponen utama industri petrokimia, yang dipicu konflik global terutama di Timur Tengah.
  • Nafta merupakan cairan hasil olahan minyak bumi yang berperan penting dalam produksi senyawa kimia seperti etilena, propilena, dan butadiena untuk pembuatan plastik, karet, serta bahan bakar.
  • Terdapat tiga jenis utama nafta—ringan, berat, dan aromatik—masing-masing digunakan untuk berbagai kebutuhan industri seperti bahan bakar, pelarut, cat, oli mesin, hingga pestisida.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kelangkaan bahan baku plastik di dalam negeri belakangan ini kian terasa, seiring terganggunya pasokan nafta, komponen utama dalam industri petrokimia yang menjadi bahan dasar produksi plastik. Kondisi tersebut tidak hanya menekan ketersediaan bahan baku, tetapi juga mendorong kenaikan harga plastik di pasar domestik.

Gangguan pasokan ini dipicu oleh konflik global, terutama di Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama bahan tersebut. Dampaknya mulai terlihat, ditandai dengan lonjakan harga plastik di berbagai daerah.

1. Nafta merupakan cairan dari minyak bumi yang diolah

Suasana lapak penjualan perkakas rumah tangga dari plastik di Pasar Johar Semarang. (IDN Times/bt)

Dilansir dari laman resmi Chandra Asri, nafta minyak bumi merupakan cairan hidrokarbon menengah yang dihasilkan dari pengolahan minyak mentah. Produk turunan minyak mentah ini termasuk senyawa organik dan sering disebut sebagai distilat minyak bumi.

Menurut buku Pipeline Rules of Thumb Handbook, nafta menyumbang sekitar 15–30 persen dari komposisi minyak mentah. Nafta merupakan bahan baku penting dalam industri petrokimia karena digunakan untuk memproduksi berbagai senyawa kimia, seperti butadiena, etilena, dan propilena.

Selanjutnya, senyawa-senyawa tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk konsumen, seperti pelarut, bahan bakar, plastik, dan karet. Karena perannya yang vital dalam industri, permintaan minyak bumi global diperkirakan terus meningkat.

3. Fungsi nafta minyak bumi

Pabrik Petrokimia Gresik. (dok. Petrokimia Gresik)

Nafta minyak bumi merupakan salah satu bahan baku penting dalam proses manufaktur. Adapun fungsi nafta minyak bumi sebagai berikut:

1. Bahan Baku Industri Petrokimia

Nafta minyak bumi kerap digunakan untuk membuat propilena, butadiena, dan etilena yang kemudian digunakan untuk membuat bahan sintetis seperti plastik dan karet. 

2. Bahan Baku Pembuatan Bensin

Melalui proses reformasi katalitik, nafta minyak bumi diolah menjadi bahan bakar bensin dan meningkatkan kadar oktannya. Reformasi katalitik adalah proses mengubah nafta beroktan rendah menjadi komponen bensin beroktan tinggi yang disebut reformat. Dalam proses ini, beberapa reaksi terjadi, misalnya polimerisasi, isomerisasi, cracking, dan dehidrogenasi. 

3. Bahan Baku Pelarut Industri

Nafta minyak bumi juga digunakan untuk membuat perekat, pelarut, pelapis, tinta, dan cat sebagai pelarut organik. Nafta memiliki sifat melarutkan bahan kimia. 

4. Bahan Baku Steam Reforming

Nafta digunakan untuk menghasilkan hidrogen pada proses steam reforming. Hidrogen tersebut kemudian digunakan untuk memurnikan minyak bumi dan memproduksi amonia. 

3. Nafta jadi kunci utama industri petrokimia

ilustrasi plastik berasal dari nafta (pixabay.com/EKM-Mittelsachsen)

Nafta dibagi menjadi tiga grade utama, yaitu nafta ringan, nafta berat, dan nafta aromatik, ini rinciannya:

1. Nafta Ringan

Nafta ringan atau paraffinic naphtha adalah nafta yang kaya akan hidrokarbon parafin. Jenis nafta ini biasanya digunakan untuk membuat bahan baku petrokimia, seperti propilena dan etilena.

Nafta ringan memiliki titik didih sekitar 30–90 derajat celsius dan terdiri dari 5–6 atom karbon. Umumnya, nafta ringan digunakan untuk membuat bahan bakar, seperti bensin, pelapis, pplastik, pelarut, dan cat.

2. Nafta Berat

Nafta berat atau naphthenic naphtha adalah fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih sekitar 90–200 derajat celsius. Umumnya, bahan ini mengandung sikloalkana dan alkana. Meski begitu, beberapa jenis nafta berat juga mengandung aromatik.

Nafta ini memiliki kadar Research Octane Number (RON) yang rendah sehingga perlu diproses agar kadarnya meningkat. Karakteristik umum nafta berat adalah sangat mudah menguap. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat oli mesin, pelarut, dan aspal.

3. Nafta Aromatik

Nafta aromatik mengandung banyak komponen aromatik. Bahan ini dapat berasap, karsinogenik, dan beracun. Nafta aromatik cocok untuk diproduksi menjadi pelarut cair industri, zat tambahan bahan bakar, cat dan pelapis, pestisida, pembersih rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Editorial Team