Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen Bahlil Buru-buru Pamit karena Dipanggil Prabowo

4 min read
Momen Bahlil Buru-buru Pamit karena Dipanggil Prabowo
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (YouTube/Trade Expo Indonesia)
  • Bahlil mengakhiri pidatonya di TEI ke-41 setelah dipanggil kembali ke Istana Kepresidenan oleh Presiden Prabowo.

  • Ia memaparkan target investasi hilirisasi dan peningkatan nilai ekspor nikel Indonesia.

  • Bahlil mengajak investor mengembangkan energi terbarukan dan industri hijau di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia harus mengakhiri pidatonya di hadapan para pelaku usaha dan investor dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.

Dia mengaku harus kembali ke Istana Kepresidenan pada pukul 15.30 WIB setelah mendapat panggilan. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).

Bahlil sempat melontarkan candaan tentang risiko jika seorang anggota kabinet tidak memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan, para menteri pasti akan mengecek apakah ada panggilan dari Presiden ketika meninggalkan kantor.

"Kalau di sini kalian nahan saya boleh kalian marah, tapi kalau ketika bos saya panggil tidak saya datang, maka keppres bisa cepat keluar. Itu yang saya takutkan sekali dan saya yakin di antara semua anggota kabinet ini pasti mau keluar kantor cek ada panggilan atau tidak," kata Bahlil.

Sebelum berpamitan, Bahlil menyampaikan sejumlah hal mengenai strategi Indonesia meningkatkan ekspor melalui hilirisasi. Dia menegaskan, Indonesia tidak lagi ingin menjual bahan mentah, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan agar nilai ekspornya meningkat.

  1. 1. Bahlil paparkan target hilirisasi hingga 2040

    Screenshot_20261014_140613_YouTube.jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (YouTube/Trade Expo Indonesia)

    Bahlil membuka bagian tambahan pidatonya dengan menjelaskan strategi pemerintah mendorong ekspor yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, upaya tersebut berkaitan erat dengan hilirisasi di berbagai sektor.

    Pemerintah menargetkan nilai investasi hilirisasi mencapai 618 miliar dolar AS pada 2040. Peta jalan itu mencakup sektor mineral dan batu bara, minyak dan gas, kehutanan, perikanan, serta pertanian.

    "Bapak ibu semua investor, kami meyakinkan kepada bapak ibu, bahwa Indonesia ke depan tidak lagi menjadi negara yang hanya mengekspor bahan baku," ujar dia.

    Bahlil mencontohkan perkembangan industri nikel setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri.

    Pada 2017-2018, nilai ekspor nikel Indonesia tercatat 3,3 miliar dolar AS. Setelah hilirisasi berjalan, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai 34 miliar dolar AS pada 2023 dan lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2025.

    Bahlil menargetkan nilai ekspor nikel mencapai sedikitnya 45 miliar dolar AS pada 2026. Ia juga menyinggung langkah sejumlah negara Eropa membawa kebijakan nikel Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

    "Pertarungan penciptaan nilai tambah tidak hanya dimaknai sebagai bagian daripada pertumbuhan ekonomi nasional, tapi harus dimaknai sebagai bagian kemandirian politik-ekonomi nasional," tuturnya.

  2. 2. Ajak investor masuk ke industri hijau Indonesia

    Screenshot_20261014_141053_YouTube.jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (YouTube/Trade Expo Indonesia)

    Bahlil kemudian mengajak investor menanamkan modal di Indonesia, terutama pada sektor yang mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan industri hijau. Dia menilai, permintaan global terhadap produk yang dihasilkan melalui energi bersih dan industri hijau berpotensi membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor.

    "Kita akan memberikan dengan energi baru terbarukan karena produk global sekarang itu akan lebih cenderung untuk mencari produk yang green energy dan green industry. Itu nilainya pasti jauh lebih tinggi ketimbang produk-produk yang dihasilkan daripada energi fosil," paparnya.

    Bahlil juga menyinggung program biodiesel B50 dan rencana pengembangan bahan bakar nabati untuk bensin. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri.

    "Kalau ini mampu kita lakukan bapak ibu semua, saya yakin Indonesia menjadi salah satu negara yang patut diperhitungkan untuk ekspor yang berkualitas dan juga mampu memberikan daya saing yang baik di mata dunia," kata Bahlil.

  3. 3. Bahlil tutup pidato dan resmi buka TEI ke-41

    Screenshot_20261014_140827_YouTube.jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (YouTube/Trade Expo Indonesia)

    Setelah menyampaikan pesan kepada investor, Bahlil menutup pidatonya dengan doa dan harapan agar para pelaku usaha meraih kesuksesan. Dia kemudian secara resmi membuka Trade Expo Indonesia ke-41, mewakili Presiden Prabowo Subianto.

    Bahlil pun mengakhiri pidatonya setelah menyampaikan pesan mengenai hilirisasi, industri hijau, dan peningkatan daya saing ekspor Indonesia.

    "Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim dan selalu mendapatkan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala dan atas seizin bapak/ibu semua Trade Expo yang ke-41 saya mewakili Bapak Presiden dengan ini menyatakan dibuka secara resmi," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More