Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia harus mengakhiri pidatonya di hadapan para pelaku usaha dan investor dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.
Dia mengaku harus kembali ke Istana Kepresidenan pada pukul 15.30 WIB setelah mendapat panggilan. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Bahlil sempat melontarkan candaan tentang risiko jika seorang anggota kabinet tidak memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan, para menteri pasti akan mengecek apakah ada panggilan dari Presiden ketika meninggalkan kantor.
"Kalau di sini kalian nahan saya boleh kalian marah, tapi kalau ketika bos saya panggil tidak saya datang, maka keppres bisa cepat keluar. Itu yang saya takutkan sekali dan saya yakin di antara semua anggota kabinet ini pasti mau keluar kantor cek ada panggilan atau tidak," kata Bahlil.
Sebelum berpamitan, Bahlil menyampaikan sejumlah hal mengenai strategi Indonesia meningkatkan ekspor melalui hilirisasi. Dia menegaskan, Indonesia tidak lagi ingin menjual bahan mentah, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan agar nilai ekspornya meningkat.
