Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kekurangan Chip, Honda Perpanjang Penghentian Produksi Pabrik di China

Kekurangan Chip, Honda Perpanjang Penghentian Produksi Pabrik di China
Honda (unsplash.com/Borui Wang)
Intinya sih...
  • Kekurangan chip paksa Honda tunda produksi hingga 19 Januari 2026: Tiga pabrik milik Honda Motor di China ditunda operasionalnya akibat kekurangan chip yang berlanjut, menyoroti kerentanan industri otomotif terhadap gangguan rantai pasok.
  • Keterlambatan chip dari Nexperia perburuk gangguan produksi Honda di China dan Amerika Utara: Kekurangan pasokan semikonduktor berkaitan dengan keterlambatan pengiriman dari Nexperia, memengaruhi pabrik otomotif global selama beberapa bulan terakhir.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan otomotif Jepang, Honda Motor, mengumumkan perpanjangan penghentian produksi selama dua minggu di tiga pabrik mobilnya di China akibat kekurangan pasokan chip. Keputusan ini menambah tekanan terhadap rantai pasok global yang masih terganggu sejak pandemi dan diperparah oleh meningkatnya permintaan chip untuk industri elektronik.

Langkah tersebut menandakan bahwa krisis chip masih memberi dampak signifikan terhadap pabrik mobil terbesar kedua Jepang itu, terutama dalam memenuhi permintaan pasar di Asia. Honda menyatakan bahwa produksi akan dilanjutkan setelah pasokan komponen dinilai cukup stabil untuk menjaga kelancaran operasi.

Table of Content

1. Kekurangan chip paksa Honda tunda produksi hingga 19 Januari 2026

1. Kekurangan chip paksa Honda tunda produksi hingga 19 Januari 2026

Tiga pabrik milik Honda Motor yang dioperasikan bersama Guangzhou Automobile Group (GAC) di China seharusnya memulai kembali kegiatan produksi pada Senin (5/1/2026). Namun, karena kekurangan chip yang masih berlanjut, operasional ketiga fasilitas tersebut ditunda hingga 19 Januari 2026.

Penangguhan ini memperpanjang jeda produksi yang sudah dimulai sejak akhir Desember 2025, sekaligus menyoroti kerentanan industri otomotif terhadap gangguan rantai pasok chip global. Seorang juru bicara Honda membenarkan penundaan tersebut, namun tidak mengungkapkan pemasok chip yang terdampak dalam gangguan kali ini.

2. Keterlambatan chip dari Nexperia perburuk gangguan produksi Honda di China dan Amerika Utara

Kekurangan pasokan semikonduktor yang dialami Honda Motor berkaitan dengan keterlambatan pengiriman dari Nexperia, anak usaha Wingtech Technology asal China yang berbasis di Belanda. Gangguan tersebut telah memengaruhi sejumlah pabrik otomotif global selama beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, pihak Honda tidak secara langsung mengaitkan penyesuaian produksi terbaru dengan Nexperia. Sebelumnya, gangguan pasokan chip serupa juga memaksa Honda mengurangi output di pabrik kawasan Amerika Utara sejak akhir Oktober hingga November 2025, memperlihatkan kerapuhan rantai pasok chip di sektor otomotif.

Kondisi ini mencerminkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi industri otomotif global pasca-pandemi, ketika permintaan chip meningkat tajam seiring dengan pemulihan produksi dan pertumbuhan kendaraan berteknologi tinggi.

3. Honda hadapi tekanan besar akibat krisis chip

Sebagai pabrik mobil terbesar kedua di Jepang, Honda Motor tengah menghadapi tekanan besar akibat ketegangan rantai pasok chip yang masih berlangsung. China menjadi pasar kunci bagi Honda, dengan kontribusi sekitar 22 persen dari total produksi global perusahaan pada 2024.

Penangguhan produksi di tiga pabrik yang dikelola bersama GAC dinilai berpotensi mempengaruhi target penjualan dan produksi Honda pada 2026, meski perusahaan menyatakan terus berupaya menormalkan operasi secepat mungkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

GoPay Jamin Kembalikan Saldo yang Tiba-Tiba Hilang, Begini Caranya

07 Jan 2026, 15:07 WIBBusiness