Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nilai Impor Januari Naik 18,21 Persen, Paling Banyak Emas

Nilai Impor Januari Naik 18,21 Persen, Paling Banyak Emas
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • BPS mencatat nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai 21,20 miliar dolar AS, naik 18,21 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kenaikan terbesar berasal dari sektor nonmigas.
  • Kenaikan impor didorong oleh bahan baku dan barang modal, sementara tiga komoditas utama nonmigas—mesin elektrik, mekanik, serta plastik—menyumbang lebih dari sepertiga total impor nonmigas.
  • China menjadi asal utama impor nonmigas Indonesia, sedangkan impor logam mulia dan perhiasan dari Australia melonjak hingga 634 persen; neraca perdagangan tetap surplus 0,95 miliar dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mencatat total nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 21,20 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 18,21 persen dibandingkan Januari 2025.

Rinciannya, nilai impor migas tercatat sebesar 3,17 miliar dolar AS atau naik 27,52 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai 18,04 miliar dolar AS, meningkat 16,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas dengan andil sebesar 14,40 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

1. Impor barang konsumsi naik 11,81 persen

Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (unsplash.com/Dominik Lückmann)
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (unsplash.com/Dominik Lückmann)

Lebih rinci, impor menurut penggunaan seluruh golongan mengalami peningkatan pada Januari 2026. Nilai impor barang konsumsi naik 11,81 persen. Sementara itu, impor bahan baku/penolong yang menjadi pendorong utama kenaikan meningkat 14,67 persen dengan andil sebesar 10,61 persen. Selain itu, impor barang modal juga mengalami kenaikan 35,32 persen.

"Sebanyak tiga komoditas utama nonmigas yang diimpor Indonesia pada Januari 2026, mesin perlengkapan elektrik, mekanis, serta plastik dan barang dari plastik. Nilai impor ketiga komoditas tersebut memberikan andil sebesar 37,54 persen terhadap total impor nonmigas," ujar Ateng.

Menurutnya, nilai impor komoditas utama alami peningkatan dari sisi nilai dan volume jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor mesin dan perlengkapan elektronik sebesar 2,92 miliar dolar AS dengan volume 0,18 juta ton. Nilai impor mesin peralatan mekanik sebesar 2,90 miliar dolar AS dengan volume 0,41 juta ton, serta barang plastik dan barang dari plastik sebesar 0,95 miliar dolar AS dengan volume 0,62 juta ton.

2. RI banyak impor nonmigas ke China

Ilustrasi eskpor impor/pixabay.com/distel2610
Ilustrasi eskpor impor/pixabay.com/distel2610

Ateng menjelaskan perkembangan impor nonmigas menurut negara dan asal utama kawasan ekspornya pada kondisi Januari 2026

  • China
  • Australia
  • Jepang
  • Amerika Serikat

"Ketiga negara tersebut memberikan share terhadap total impor Indonesia sebesar 54,92 persen, khusus impor nonmigas dari China mencapai 7,89 miliar dolar AS, terutama didominasi oleh impor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85 dengan share 23,42 persen dan tumbuh sebesar 49,79 persen secara year-on-year," ujar Ateng.

3. Impor logam mulia dan perhiasan tembus 634 persen di Januari 2026

ilustrasi logam mulia emas (pexels.com/Zlaťáky.cz)
ilustrasi logam mulia emas (pexels.com/Zlaťáky.cz)

Untuk impor nonmigas dari Australia yang sebesar 1,07 miliar dolar AS, komoditasnya didominasi oleh logam mulia dan perhiasan (HS 71). Komoditas ini menyumbang 47,54 persen dari total impor nonmigas Indonesia yang berasal dari Australia.

"Impor logam mulia dan perhiasan tersebut tumbuh 634,30 persen secara year-on-year. Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,95 miliar dolar AS, terutama didorong oleh impor mesin dan peralatan mekanis (HS 84) dengan pangsa 20,68 persen. Namun, komoditas ini mengalami penurunan sebesar 21,20 persen secara year on year," kata Ateng.

Dengan demikian, BPS mencatat neraca perdagangan barang pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS. Neraca dagang Indonesia pun telah membukukan surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More