Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NVIDIA Beli Hugging Face Rp200 Triliun, Apa yang lagi Diburu?

4 min read
NVIDIA Beli Hugging Face Rp200 Triliun, Apa yang lagi Diburu?
ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente)
  • NVIDIA sepakat mengakuisisi Hugging Face senilai sekitar 12,93 miliar dolar AS atau lebih dari Rp200 triliun, salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan.
  • Akuisisi memberi NVIDIA akses ke ekosistem Hugging Face: lebih dari 18 juta pengguna, 200 ribu perusahaan, 3 juta model, 500 ribu dataset, dan sekitar 1 juta aplikasi.
  • Di tengah perusahaan teknologi yang mengembangkan chip AI sendiri, NVIDIA memperluas perannya melampaui GPU sambil mempertahankan Hugging Face sebagai platform terbuka dan netral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

NVIDIA kembali membuat langkah besar di industri AI. Perusahaan tersebut sepakat mengakuisisi Hugging Face dengan nilai sekitar 12,93 miliar dolar AS atau lebih dari Rp200 triliun, menjadikannya salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah NVIDIA. Menariknya, Hugging Face selama ini juga menjadi platform yang digunakan untuk mengembangkan AI dengan berbagai teknologi, termasuk dari pesaing NVIDIA.

Sekilas, Hugging Face mungkin tidak terlihat seperti perusahaan yang cocok dengan bisnis utama NVIDIA sebagai pembuat chip. Namun, platform ini telah menjadi tempat penting bagi jutaan pengembang untuk menemukan, membangun, dan menggunakan berbagai model AI. Lantas, mengapa NVIDIA beli Hugging Face Rp200 triliun, sebuah platform yang notabene membantu pengembang menggunakan teknologi dari perusahaan lain?

  1. 1. NVIDIA mendapat akses ke jutaan pengembang AI

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

    Salah satu aset terbesar Hugging Face adalah komunitas penggunanya. NVIDIA menyebut bahwa lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator menggunakan platform tersebut untuk berbagi dan mengembangkan teknologi AI. Platform ini juga digunakan oleh lebih dari 200 ribu perusahaan, sehingga Hugging Face memiliki posisi penting dalam aktivitas pengembangan AI secara global.

    Selama ini, NVIDIA terutama dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan infrastruktur komputasi melalui GPU dan perangkat lunaknya. Dengan memiliki Hugging Face, NVIDIA bisa berada lebih dekat dengan orang-orang yang menentukan model AI apa yang akan digunakan dan bagaimana model tersebut dijalankan. Posisi tersebut penting karena perkembangan AI tidak hanya ditentukan oleh perusahaan yang membuat chip, tetapi juga oleh komunitas pengembang yang membangun aplikasi di atasnya.

  2. 2. NVIDIA membeli ekosistemnya bukan sekadar model AI

    Hugging Face
    Hugging Face (huggingface.co)

    Hugging Face dapat dipahami sebagai salah satu pusat besar bagi ekosistem AI terbuka. Menurut NVIDIA, platform tersebut menampung lebih dari 3 juta model, 500 ribu dataset, dan sekitar 1 juta aplikasi. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa nilai Hugging Face tidak hanya berasal dari satu produk, melainkan dari jaringan pengguna dan teknologi yang terus berkembang di dalam platformnya.

    Bagi NVIDIA, ekosistem seperti ini dapat menjadi pintu masuk menuju lebih banyak penggunaan AI. Ketika semakin banyak orang membangun dan menjalankan model, kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi juga berpotensi meningkat. Dengan kata lain, NVIDIA tampaknya bertaruh bahwa memperbesar penggunaan AI secara keseluruhan bisa memberikan keuntungan jangka panjang bagi bisnis perangkat keras dan sistem komputasinya.

  3. 3. NVIDIA bersiap menghadapi perusahaan yang mulai membuat chip AI sendiri

    ilustrasi chip
    ilustrasi chip (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Akuisisi Hugging Face terjadi ketika sejumlah perusahaan teknologi besar mulai berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada chip NVIDIA. Perusahaan seperti Google telah mengembangkan Tensor Processing Unit atau TPU sendiri, sementara perusahaan lain juga mulai menggunakan atau mengembangkan custom chip untuk kebutuhan AI mereka. Perkembangan ini menjadi tantangan bagi NVIDIA karena sebagian pelanggan besarnya kini memiliki alasan untuk mencari alternatif selain GPU buatan NVIDIA.

    Membeli Hugging Face dapat membantu NVIDIA memperluas perannya di luar bisnis penjualan chip. Bahkan ketika pengembang memilih menjalankan AI menggunakan chip dari perusahaan lain, mereka tetap dapat menggunakan Hugging Face untuk mencari, mengembangkan, dan menjalankan berbagai model AI. Dengan berada lebih dekat dengan aktivitas para pengembang, NVIDIA berupaya tetap mengambil peran dalam ekosistem AI meski persaingan chip semakin berkembang.

  4. 4. NVIDIA bertaruh pada masa depan AI yang lebih terbuka

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

    Menariknya, NVIDIA menyatakan bahwa Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka. Pengembang tetap dapat memilih model, framework, layanan cloud, penyedia inference, serta platform komputasi yang ingin digunakan. NVIDIA juga menegaskan bahwa penggunaan komputasinya tidak akan menjadi syarat untuk membangun atau menjalankan AI melalui Hugging Face.

    Keputusan tersebut terlihat penting karena nilai Hugging Face justru berasal dari sifatnya yang terbuka dan netral. Jika platform hanya mengutamakan teknologi NVIDIA, sebagian pengembang yang menggunakan AMD atau perangkat keras lain bisa memilih pergi. Dengan mempertahankan keterbukaan, NVIDIA dapat tetap memperoleh manfaat dari pertumbuhan seluruh ekosistem sambil menjaga Hugging Face sebagai tempat yang relevan bagi sebanyak mungkin pengguna.

    Keputusan NVIDIA beli Hugging Face Rp200 triliun menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak lagi hanya soal siapa yang membuat chip paling cepat. NVIDIA tampaknya ingin memperluas perannya dari penyedia perangkat keras menjadi bagian yang lebih dekat dengan pengembang, model, perangkat lunak, dan aplikasi AI. Jika strategi ini berhasil, Rp200 triliun yang dikeluarkan NVIDIA bukan hanya menjadi harga untuk membeli Hugging Face, tetapi juga investasi untuk mempertahankan pengaruhnya dalam perkembangan AI.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More