Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

OJK Bongkar Data Investor-Free Float, Ini Dampaknya ke Pasar Modal RI

OJK Bongkar Data Investor-Free Float, Ini Dampaknya ke Pasar Modal RI
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi(IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • OJK membuka data pemegang saham hingga Ultimate Beneficial Owner untuk meningkatkan transparansi dan menjawab kekhawatiran investor global terhadap pasar modal Indonesia.
  • Kebijakan free float di atas 15 persen diterapkan bertahap, menimbulkan dampak jangka pendek namun dianggap bagian dari penguatan fundamental pasar domestik.
  • OJK mendorong peningkatan jumlah investor domestik guna memperdalam pasar dan menjaga stabilitas di tengah tekanan eksternal serta arus keluar modal asing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah langkah yang dilakukan untuk menjawab kekhawatiran investor global terhadap pasar modal Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan fundamental pasar di tengah tekanan global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, arus modal asing keluar (outflow) masih dipengaruhi kondisi geopolitik dan geoekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed.

“Terjadi outflow ya karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow. Namun, selama kita yakini fundamental kita baik, ya kita harapkan ini akan bisa berbalik,” ujar perempuan yang karib disapa Kiki tersebut, Selasa (5/5/2026).

1. OJK buka data investor hingga pemilik manfaat perusahaan

OJK Bongkar Data Investor-Free Float, Ini Dampaknya ke Pasar Modal RI
Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Kiki menjelaskan, OJK telah memenuhi sejumlah aspek yang menjadi perhatian investor global setelah munculnya market event sejak akhir Januari lalu terkait MSCI. Menurut dia, regulator kini membuka data 1 persen pemegang saham emiten, meningkatkan rincian klasifikasi data investor, hingga mengungkap Ultimate Beneficial Owner (UBO).

“Seluruh hal-hal yang menjadi concern dari global investor terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia di mana data dari 1 persen pemegang saham sudah kita buka,” kata Kiki.

Tak hanya itu, OJK juga meningkatkan detail klasifikasi data investor dari sebelumnya sembilan kategori menjadi 39 kategori.

Granularity dari data dari sembilan klasifikasi menjadi 39 sudah kita sampaikan secara sangat granular. Kemudian Ultimate Beneficial Owner juga sudah kita sampaikan,” ujar Kiki.

2. Kebijakan free float disebut picu dampak jangka pendek

ilustrasi saham
ilustrasi saham (pexels.com/Atlantic Ambience)

Selain transparansi, OJK juga menyoroti kebijakan likuiditas saham melalui aturan free float di atas 15 persen yang dilakukan secara bertahap.

Kiki mengakui langkah tersebut berpotensi memunculkan dampak jangka pendek di pasar, termasuk penyesuaian dalam indeks MSCI. Namun, dia menilai kondisi itu merupakan konsekuensi dari proses perbaikan pasar modal domestik.

“Ini adalah dampak temporary dari perbaikan yang kita lakukan seperti short-term pain, tapi harapannya ke depan akan semakin baik secara fundamental,” kata dia.

Kiki menambahkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini mulai lebih sejalan dengan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30 sehingga pergerakan saham dinilai semakin mencerminkan fundamental perusahaan.

3. OJK dorong investor domestik untuk redam gejolak pasar

ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, OJK juga terus mendorong pendalaman pasar melalui peningkatan jumlah investor domestik. Langkah itu dinilai penting agar pasar modal Indonesia lebih tahan terhadap tekanan eksternal.

Kiki menyatakan, jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah signifikan dalam setahun terakhir.

“Jumlah investor di pasar modal kita dalam satu tahun tuh naik sekitar 5 juta SID. Jadi kita pendalaman pasar, bagaimana investor domestik kita tingkatkan supaya kalau terjadi gonjang-ganjing di luar tetap lebih stabil untuk market kita,” ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More