Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

OJK: Jasa Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Konflik Geopolitik

OJK: Jasa Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Konflik Geopolitik
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • OJK menegaskan sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil meski konflik geopolitik dan volatilitas harga minyak masih berlanjut di tengah ketidakpastian global.
  • IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen pada 2026, sementara tekanan inflasi mendorong kebijakan moneter ketat di negara maju.
  • Perekonomian domestik tumbuh di atas 5 persen pada kuartal I-2026, dan OJK terus melakukan stress test untuk memperkuat lembaga jasa keuangan menghadapi risiko pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, sektor jasa keuangan masih stabil kendati perekonomian global pada April 2026 masih mengalami ketidakpastian global.

"Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata Iran dengan AS dan Israel, penutupan Selat Hormuz masih berlanjut, dan gangguan belum sepenuhnya mereda dengan harga minyak tetap volatil," ujar perempuan yang karib disapa Kiki tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (5/5/2026).

1. Pemangkasan pertumbuhan perekonomian global

OJK: Jasa Keuangan RI Tetap Stabil di Tengah Konflik Geopolitik
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih lanjut Kiki menjelaskan kondisi perekonomian global dengan menyebut IMF dalam World Economic Outlook memangkas pertumbuhan perekonomian global menjadi 3,1 persen pada 2026.

Selain itu, risiko stagflasi dinilai semakin meningkat seiring dengan tekanan inflasi global sehingga meningkatkan dorongan ekspektasi pengetatan moneter di sejumlah negara maju.

"Tekanan inflasi meningkat dipicu harga barang dan energi sehingga The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan pada akhir April 2026," kata Kiki.

2. Perekonomian domestik

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, perekonomian domestik mampu tumbuh di atas 5 persen pada kuartal I-2026 yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan peningkatan pengeluaran pemerintah.

"Dari sisi indikator permintaan, indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimis, meskipun termoderasi. Pertumbuhan penjualan retail menjadi sebesar 2,4 persen year-on-year dan penjualan kendaraan bermotor terkontraksi secara tahunan," tutur Kiki.

3. Stress test secara berkala

Ilustrasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski begitu, Kiki memastikan OJK akan terus melakukan pemantauan intensif termasuk stress test serta memperkuat lembaga jasa keuangan (LJK) di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik AS-Israel versus Iran.

"OJK dorong LJK memperkuat manajemen risiko termasuk stress testing secara berkala untuk mengantisipasi dinamika pasar ke depan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More