Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Kerja Sama dengan LanzaTech Ubah Sampah Jadi Etanol

Pertamina Kerja Sama dengan LanzaTech Ubah Sampah Jadi Etanol
Pertamina dan perusahaan teknologi global LanzaTech menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
5W1H
  • Pertamina dan LanzaTech menandatangani MoU di Houston untuk mengembangkan teknologi konversi sampah perkotaan menjadi etanol sebagai solusi energi rendah karbon.
  • LanzaTech menghadirkan teknologi fermentasi mikroba yang mampu mengubah gas limbah kaya karbon menjadi etanol, mendukung pengurangan emisi dan penerapan ekonomi sirkular.
  • Kolaborasi ini membuka peluang investasi energi bersih di Indonesia serta memperkuat pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pertamina dan perusahaan teknologi global LanzaTech menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Offshore Technology Conference (OTC) di Houston, Amerika Serikat.

MoU diteken oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren. Kerja sama ini fokus pada pengembangan teknologi waste to fuel, khususnya konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi.

1. Pertamina dorong solusi energi bersih dari sampah

WhatsApp Image 2026-05-07 at 11.32.37 AM.jpeg
Pertamina dan perusahaan teknologi global LanzaTech menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi. (dok. Pertamina)

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan Indonesia saat ini menghadapi tantangan peningkatan volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus bertambah.

Menurut dia, volume sampah nasional saat ini mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari. Sementara itu, kebutuhan etanol diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” ujar Oki.

Ia menambahkan, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunannya untuk bahan bakar campuran dan industri kimia.

2. LanzaTech gunakan teknologi fermentasi mikroba

Ilustrasi pegawai di wilayah kerja Adera Field Sumatra Selatan (Sumsel) PT Pertamina EP (PEP)
Ilustrasi pegawai di wilayah kerja Adera Field Sumatra Selatan (Sumsel) PT Pertamina EP (PEP). (Dok. Pertamina)

LanzaTech merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mengembangkan solusi konversi gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia melalui fermentasi mikroba.

Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren, mengatakan teknologi perusahaan tersebut mampu mengubah berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

“Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota,” kata Jennifer.

Teknologi tersebut dinilai dapat membantu industri mengurangi emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru melalui pendekatan ekonomi sirkular.

3. Kerja sama disebut buka peluang investasi energi bersih

Ilustrasi pekerja kilang minyak Pertamina. (dok. Pertamina)
Ilustrasi pekerja kilang minyak Pertamina. (dok. Pertamina)

Kerja sama Pertamina dan LanzaTech diharapkan mampu memperkuat pengembangan model ekonomi sirkular terintegrasi di Indonesia. Selain meningkatkan pasokan energi domestik, kolaborasi ini juga dinilai berpotensi membuka peluang investasi baru di sektor energi bersih berbasis teknologi.

Inisiatif tersebut disebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga inovasi dan teknologi.

Pengembangan teknologi waste to fuel juga dinilai memiliki peluang implementasi di berbagai kota besar di Indonesia, terutama dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah perkotaan dan kebutuhan energi alternatif yang terus meningkat. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Related Articles

See More