1 Tahun Bullion Bank Berdiri, BSI Kelola 22,5 Ton Emas

- BSI telah mengelola 22,5 ton emas sejak meluncurkan layanan bullion bank pada Februari 2026, dengan tujuan memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat secara produktif dan syariah.
- Jumlah nasabah bullion bank BSI melonjak lebih dari 400 persen, didorong peningkatan partisipasi Gen Z yang kini mencapai 32 persen dari total nasabah emas.
- Bisnis bullion berkontribusi signifikan terhadap fee based income dan pertumbuhan aset BSI yang mencapai Rp456 triliun pada akhir 2025, seluruh transaksi dijalankan sesuai prinsip syariah.
Jakarta, IDN Times - Bisnis bank emas alias bullion bank yang dikelola PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) telah beroperasi lebih dari satu tahun, sejak diluncurkan pada 26 Februari 2026. Hingga kini, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, layanan bullion tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, tapi juga memperluas inklusi kepemilikan emas di masyarakat.
“Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujar Anggoro dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).
1. Nasabah bank emas BSI tumbuh lebih dari 400 persen

Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta nasabah menjadi lebih dari 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.
Bullion bank menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI. Tercatat, jumlah nasabah bullion bank meningkat lebih dari 400 persen. Adapun komposisi nasabah emas dari kalangan Gen Z naik dari 24 persen, menjadi 32 persen.
2. Bisnis bank emas BSI sumbang fee based income signifikan

Selain memperluas basis nasabah, hingga Desember 2025, bisnis bullion juga memberikan kontribusi fee based emas dan menutup kinerja 2025 BSI dengan pertumbuhan yang solid di atas rata-rata industri.
Per Desember 2025, aset BSI tercatat mencapai Rp456 triliun, tumbuh 11,64 persen secara year on year (yoy). Pembiayaan meningkat 14,49 persen (yoy) dengan kualitas tetap terjaga, tercermin dari cost of financing (CoC) di level 0,84 persen, sementara Dana Pihak Ketiga tumbuh 16,2 persen (yoy) menjadi Rp380 triliun.
3. Seluruh transaksi emas BSI dijalankan sesuai prinsip syariah

Kehadiran bullion bank juga melengkapi layanan emas BSI yang telah ada sebelumnya, seperti cicil emas dan gadai emas. Dengan adanya layanan bullion, BSI kini memiliki ekosistem emas yang terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.
Anggoro memastikan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah.
"Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” tutur Anggoro.


















