Jakarta, IDN Times - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta pemerintah memprioritaskan peningkatan produktivitas tebu dibanding hanya memperluas lahan untuk mengejar target swasembada gula nasional.
Sikap itu disampaikan merespons kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri.
“Kalau mau swasembada, jangan hanya bicara soal lahan baru. Pemerintah harus membantu petani dengan benih unggul, riset yang serius, pupuk yang terjangkau, dan teknologi budidaya modern. Tanpa itu, produktivitas kita tetap rendah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional APTRI Soemitro Samadikoen dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Dia juga mengingatkan Indonesia pernah memiliki pusat riset gula yang maju di Pasuruan. Namun, peran riset dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu dinilai terus melemah. Hal itu tercermin dari penurunan rendemen tebu yang pada 1930-an mencapai 11-13 persen, sedangkan kini berada di kisaran 6-7 persen.
