Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasar Kripto mulai Pulih, Crypto Winter Telah Berakhir?

4 min read
Pasar Kripto mulai Pulih, Crypto Winter Telah Berakhir?
ilustrasi altcoin (pexels.com/Bastian Riccardi)
  • Bitcoin menembus kembali US$80.000 pada 18 September 2026, naik lebih dari 5 persen setelah sempat turun ke sekitar US$75.000 di tengah tekanan suku bunga The Fed dan kegagalan CLARITY Act.
  • Pemulihan meluas ke altcoin: Solana naik sekitar 10 persen pada 18 September, sementara Ethereum, BNB, dan Solana masing-masing menguat sekitar 35 persen, 25 persen, dan 41 persen dalam sebulan.
  • ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih lebih dari US$433 juta, tetapi pengaruh suku bunga, likuiditas, dan ketidakpastian regulasi membuat berakhirnya crypto winter belum dapat dipastikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pasar cryptocurrency kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Bitcoin kembali menembus US$80.000 pada 18 September 2026, sementara sejumlah aset kripto lain seperti Ethereum dan Solana juga ikut menguat. Pergerakan tersebut membuat pembicaraan mengenai berakhirnya fase crypto winter kembali muncul di tengah investor.

Namun, kenaikan harga dalam beberapa hari belum cukup untuk memastikan bahwa pasar kripto telah memasuki siklus baru. Bitcoin masih menghadapi pengaruh suku bunga Amerika Serikat, perubahan arus dana institusional, serta ketidakpastian regulasi. Lalu, dengan kondisi pasar kripto mulai pulih, apakah menjadi pertanda bahwa fase crypto winter mulai berakhir?

  1. 1. Bitcoin kembali menembus US$80.000

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin (pexels.com/Crypto Crow)

    Salah satu tanda yang paling terlihat adalah kembalinya Bitcoin ke atas level US$80.000. Pada 18 September, Bitcoin sempat naik lebih dari 5 persen dan kembali melewati level tersebut setelah sebelumnya turun ke kisaran US$75.000 pada pertengahan minggu. Pemulihan ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasar kripto sempat tertekan oleh kegagalan CLARITY Act di Senat AS dan kenaikan suku bunga The Fed.

    Kenaikan tersebut juga menunjukkan bahwa pasar mampu menyerap sejumlah kabar yang sebelumnya berpotensi memberikan tekanan. Bitcoin bahkan sempat mencapai sekitar US$80.700 pada Jumat setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat berbagai kekhawatiran tersebut. Meski demikian, kenaikan harga dalam waktu singkat tetap perlu diamati lebih lanjut karena pasar kripto dikenal memiliki pergerakan yang sangat cepat.

  2. 2. Altcoin mulai ikut menguat

    ilustrasi Bitcoin dan Altcoin
    ilustrasi Bitcoin dan Altcoin (pexels.com/Worldspectrum)

    Pemulihan pasar juga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Pada 18 September, Solana naik sekitar 10 persen, sementara sejumlah aset kripto lainnya ikut bergerak lebih tinggi ketika pasar secara keseluruhan kembali menguat. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa minat investor mulai meluas ke aset di luar Bitcoin, meskipun belum cukup untuk memastikan telah terjadi rotasi pasar yang berkelanjutan.

    Sebelumnya, Ethereum naik sekitar 35 persen dalam sebulan, BNB sekitar 25 persen, dan Solana sekitar 41 persen. Kenaikan altcoin tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemulihan terbaru terasa lebih luas dibandingkan dengan sekadar kenaikan Bitcoin. Namun, performa altcoin yang tinggi juga biasanya disertai risiko pergerakan harga yang lebih besar, sehingga belum bisa menjadi bukti tunggal bahwa crypto winter telah berakhir.

  3. 3. Dana institusional mulai kembali masuk

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)

    Faktor lain yang menarik perhatian adalah meningkatnya kembali permintaan dari investor institusional. Produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat lebih dari US$433 juta arus dana masuk bersih pada Jumat, 18 September, membantu Bitcoin bertahan di atas US$80.000 setelah mengalami tekanan. Arus dana tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor besar masih melihat Bitcoin sebagai aset yang layak diperhatikan meskipun kondisi makroekonomi belum sepenuhnya mendukung.

    Minat institusional juga terlihat dalam beberapa pekan sebelumnya. Salah satu laporan pada pertengahan September mencatat bahwa ETF Bitcoin mengalami enam minggu berturut-turut dengan arus dana masuk sebelum momentum tersebut mulai terganggu. Karena itu, arus dana ETF dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah kenaikan harga didukung oleh permintaan yang lebih berkelanjutan atau hanya berlangsung karena faktor teknikal dan perdagangan jangka pendek.

  4. 4. Pemulihan belum berarti crypto winter sudah berakhir

    ilustrasi grafik pergerakan harga
    ilustrasi grafik pergerakan harga (pexels.com/Hanna Pad)

    Meski berbagai indikator mulai membaik, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa fase crypto winter telah berakhir. Bitcoin masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed, sementara kenaikan suku bunga pada September menunjukkan bahwa kondisi likuiditas belum sepenuhnya menjadi lebih longgar. Selain itu, kegagalan CLARITY Act memperlihatkan bahwa industri kripto AS masih menghadapi ketidakpastian mengenai kerangka regulasi.

    Karena itu, pemulihan terbaru lebih tepat dilihat sebagai perkembangan yang perlu terus diamati daripada kepastian dimulainya bull market baru. Bitcoin yang mampu bertahan di atas US$80.000, kenaikan altcoin, serta arus dana ETF dapat menjadi beberapa indikator penting dalam melihat kekuatan pasar berikutnya. Jika momentum tersebut bertahan meskipun menghadapi tekanan suku bunga dan regulasi, pasar akan memiliki lebih banyak bukti untuk menilai apakah periode crypto winter memang mulai ditinggalkan.

    Pasar kripto mulai pulih dapat dilihat dari Bitcoin yang kembali menembus US$80.000 dan altcoin yang ikut menguat. Arus dana institusional juga memberikan sinyal bahwa minat terhadap aset digital belum hilang meskipun sejumlah risiko masih membayangi. Namun, apakah kondisi ini benar-benar menandai berakhirnya crypto winter baru dapat dinilai dari kemampuan pasar mempertahankan pemulihan tersebut dalam beberapa waktu ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More