Patuhi Prabowo, Bahlil: Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

- Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mengikuti arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi meski harga energi global sedang meningkat.
- Kenaikan harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, masing-masing naik sekitar 32 persen akibat penyesuaian dengan harga pasar.
- Pertamina memastikan kenaikan harga BBM nonsubsidi dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah, sebagai langkah menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan juga LPG bersubsidi. Hal itu ditegaskan Bahlil dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XII DPR RI pada Senin (15/6/2026). Menurut Bahlil, penetapan itu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Di balik dinamika harga global yang naik, kami pemerintah bersepakat atas arahan bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk tidak menaikkan BBM subsidi. Saya ulangi lagi, kami tidak menaikkan BBM subsidi, termasuk LPG," kata Bahlil.
1. Kenaikan BBM hanya terjadi pada BBM nonsubsidi

Adapun kenaikan harga BBM hanya terjadi pada jenis yang tidak bersubsidi seperti RON 92 Pertamax dan RON 95 Pertamax Green.
"Yang khusus untuk minyak BBM yang saudara-saudara mampu sesuai Permen ESDM 20 disesuaikan dengan harga pasar," ujar Bahlil.
2. Harga BBM nonsubsidi alami kenaikan

Sebelumnya diberitakan, usai lebih dari tiga bulan harga Pertamax bertahan di tengah pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) naik pada Rabu (10/6/2026). Dari semula harganya Rp12.300 per liter, kini menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikannya mencapai Rp3.950 per liter atau 32,11 persen.
Tak hanya Pertamax (RON 92), PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan kenaikan harga Pertamax Green 95 (RON 95), dari Rp12.900 menjadi Rp17 ribu per liter. Kenaikannya mencapai Rp4.100 per liter atau 31,8 persen.
Sementara itu, harga Pertamax Turbo masih di Rp20.750 per liter. Penyesuaian harga Pertamax Turbo baru saja terjadi pada Senin, (1/6) lalu, dari semula Rp19.900 per liter. Harga BBM nonsubsidi lainnya tak mengalami kenaikan, yakni Dexlite (CN 51) tetap di Rp23 ribu per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800 per liter.
3. Pertamina koordinasi dengan pemerintah naikkan harga BBM

Pertamina menyebut kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 telah melalui koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan itu diambil berdasarkan evaluasi berkala terhadap pergerakan harga minyak dunia dan kondisi harga pasar keekonomian.
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ucap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dikutip dari keterangan resmi.


















