Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Bentuk Tim Kawal Proyek Hunian Qatar di Kampung Bandan
Contoh apartemen yang akan dibangun Qatar di Indonesia. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah membentuk tim bersama BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar untuk rencana hunian di Kampung Bandan.
  • Tim membahas pemanfaatan lahan, kebutuhan data, skema investasi, serta tata kelola proyek.
  • Investasi tahap pertama proyek hunian vertikal Qatar disebut mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Juni 2025

Rencana investasi tahap pertama sekitar 2,5 miliar dolar AS disampaikan dalam peluncuran proyek kerja sama Indonesia-Qatar di sektor perumahan di Jakarta.

Kamis (20/8/2026)

Maruarar Sirait menyampaikan pembentukan tim bersama untuk rencana investasi hunian Qatar di Kampung Bandan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah membentuk tim bersama untuk merealisasikan rencana investasi hunian Qatar di Kampung Bandan.
  • Who?
    BPKP, BP BUMN, PT KAI (Persero), BPS, pihak Qatar, serta Menteri PKP Maruarar Sirait terlibat dalam pembentukan tim.
  • Where?
    Proyek hunian direncanakan di Kampung Bandan, Jakarta, di atas lahan milik KAI.
  • When?
    Pembentukan tim disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis (20/8/2026).
  • Why?
    Tim dibentuk untuk membahas pemanfaatan lahan, kebutuhan data, skema investasi, dan tata kelola proyek sesuai ketentuan.
  • How?
    Tim koordinasi di bawah BP BUMN akan mengidentifikasi dan mengoordinasikan aset negara yang berpotensi digunakan untuk perumahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah membuat tim untuk rencana rumah dari Qatar di Kampung Bandan, Jakarta. Di tim itu ada BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar. Mereka akan membahas tanah, data, uang investasi, dan aturan proyek. Rumahnya direncanakan berdiri di tanah milik KAI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembentukan tim bersama membuka ruang koordinasi antara lembaga pengawasan, pengelola aset negara, penyedia data, perusahaan perkeretaapian, dan pihak Qatar. Keterlibatan BPS juga mendukung penyiapan data agar pembangunan rumah tepat sasaran, sementara pembahasan tata kelola dan pemanfaatan lahan dilakukan sesuai ketentuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rencana investasi Qatar untuk pembangunan hunian di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, memasuki tahap pembentukan tim bersama. Itu melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), PT KAI (Persero), Badan Pusat Statistik (BPS), serta pihak Qatar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan arahan Kepala BPKP, M Yusuf Ateh. Tim akan membahas pemanfaatan lahan, kebutuhan data, skema investasi, serta tata kelola proyek agar berjalan sesuai ketentuan.

"Untuk rencana investasi di Kampung Bandan, sesuai arahan Bapak Kepala BPKP, dibuat tim bersama antara BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar, sehingga dipastikan semua tata kelolanya benar," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

1. Aset negara untuk perumahan

Contoh apartemen yang akan dibangun Qatar di Indonesia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Maruarar mengatakan pemanfaatan aset negara untuk pembangunan perumahan harus dilakukan dengan tata kelola yang benar. Pemerintah juga menyiapkan data BPS untuk memastikan pembangunan rumah tepat sasaran.

Pembahasan pemanfaatan lahan negara akan ditindaklanjuti melalui tim koordinasi di bawah BP BUMN. Tim tersebut akan mengidentifikasi dan mengoordinasikan aset negara yang berpotensi digunakan untuk pembangunan perumahan.

"Yang kita bahas adalah bagaimana pemanfaatan lahan negara dengan tujuan yang baik dan dengan cara yang benar. Data-data juga sudah disiapkan oleh BPS supaya tepat sasaran," tuturnya.

2. Qatar siapkan hunian di lahan KAI

Contoh apartemen yang akan dibangun Qatar di Indonesia. (IDN Times/Trio Hamdani)

Rencana pembangunan hunian di Kampung Bandan merupakan bagian dari proyek investasi Qatar melalui PT Al Qilaa International Indonesia. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan PT KAI dan Danantara dalam rencana pembangunan hunian vertikal di atas lahan milik KAI.

Pencanangan prakerja sama proyek tersebut telah dilakukan di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, Jakarta, pada 17 September. Proyek itu merupakan tindak lanjut dari peluncuran rencana investasi satu juta hunian vertikal Qatar di Indonesia.

Pada tahap awal, proyek tersebut menargetkan pembangunan 50 ribu unit hunian vertikal dengan konsep Transit-Oriented Development (TOD). Hunian tersebut dirancang dengan fasilitas pendukung, seperti sekolah, taman bermain, ruang komunal, dan teknologi hunian pintar.

3. Investasi tahap pertama 2,5 miliar dolar AS

Peluncuran proyek kerja sama Indonesia-Qatar di sektor perumahan. (IDN Times/Trio Hamdani)

Chairman PT Al Qilaa International Indonesia, Sheikh Abdulaziz Al Thani, sebelumnya menyebut investasi tahap pertama mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS. Rencana tersebut disampaikan dalam peluncuran proyek kerja sama Indonesia-Qatar di sektor perumahan di Jakarta pada 26 Juni 2025.

Sheikh Abdulaziz mengatakan proyek tersebut akan berlanjut setelah tahap pertama. Namun, dia belum mengungkapkan besaran tambahan investasi untuk tahap berikutnya.

Proyek hunian tersebut merupakan bagian dari rencana Al Qilaa untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini investasi besar. Untuk tahap pertama, saya rasa totalnya sekitar 2,5 miliar dolar AS. Tapi, saya rasa kami akan melanjutkan dalam hal ini. Tapi ini rahasia. Kami tidak bisa memberi tahu siapa pun. Kami akan menambahkan lebih banyak," kata dia di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Curated For You

Editorial Team

Related Article