Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Siapkan Rp195,3 Triliun buat Anggaran Ketahanan Pangan 2027

Prabowo Siapkan Rp195,3 Triliun buat Anggaran Ketahanan Pangan 2027
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • RAPBN 2027 mengalokasikan Rp195,32 triliun untuk ketahanan pangan, naik 2,3 persen dari outlook 2026, mencakup belanja K/L, pembiayaan investasi, dan DAK.
  • Belanja K/L Rp72,94 triliun disalurkan ke sejumlah instansi untuk produksi, perikanan, stabilisasi pangan, keamanan pangan, serta infrastruktur pertanian; targetnya mencakup kawasan padi, cetak sawah, irigasi, dan bendungan.
  • Pemerintah menyiapkan subsidi pupuk, pembiayaan bagi petani dan stok pangan, DAK Rp473,6 miliar, serta investasi Rp22 triliun untuk pengembangan ketahanan pangan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengucurkan Rp195,32 triliun untuk anggaran ketahanan pangan dalam RAPBN 2027.

Berdasarkan Buku Nota Keuangan RAPBN 2027 yang dikutip Rabu, (19/8/2026), angka itu naik 2,3 persen dibanding outlook APBN 2026 yang sebesar Rp190,95 triliun.

Rinciannya, senilai Rp72,94 triliun dialokasikan dalam belanja kementerian/lembaga (K/L), senilai Rp22,07 triliun dalam bentuk pembiayaan investasi, serta dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD) melalui DAK sebesar Rp473,6 miliar.

  1. 1. Tren anggaran ketahanan pangan sejak 2022

    ilustrasi sawah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    ilustrasi sawah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Sektor pangan mencatatkan pertumbuhan alokasi dana yang konsisten. Sepanjang 2022–2025, anggaran ketahanan pangan tumbuh rata-rata 17,4 persen, dan diperkirakan melonjak 32,7 persen pada 2026 dibanding 2025.

    Pertumbuhan dana difokuskan pada infrastruktur, pengembangan lahan, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

    Berdasarkan data yang disampaikan dalam buku Nota Keuangan, kenaikan anggaran mendorong kenaikan produktivitas produksi pangan, sebagai berikut:

    • Padi: Produktivitas naik dari 52,38 ku/ha (2022) menjadi 53,18 ku/ha (2025).
    • Jagung: Produktivitas naik dari 57,08 ku/ha (2022) menjadi 57,74 ku/ha (2025).
    • Daging Ayam Ras Pedaging: Produksi meningkat dari 3,77 juta ton (2022) menjadi 4,17 juta ton (2025).
    • Telur Ayam Petelur: Produksi naik dari 5,57 juta ton (2022) menjadi 6,41 juta ton (2025).

  2. 2. Belanja K/L disebar ke Kementan hingga KKP

    KKP melepasliarkan 95.610 benih lobster (Dok. KKP)
    KKP melepasliarkan 95.610 benih lobster (Dok. KKP)

    Untuk mengawal target pemenuhan pangan 2027, belanja K/L sebesar Rp72,94 triliun disebar ke sejumlah instansi, antara lain Kementerian Pertanian untuk belanja sarana-prasarana dan peningkatan produksi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk program perikanan tangkap dan budi daya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, Barantin untuk program keamanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk proyek infrastruktur pertanian, serta Kemenko Bidang Pangan.

    Beberapa target output strategis nasional pada 2027 meliputi:

    • Pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare (ha) dan cetak sawah 100 ribu ha.
    • Optimasi lahan pertanian seluas 200 ribu ha dan jaringan irigasi 55.765 ha.
    • Pembagian bantuan alsintan prapanen sebanyak 23.528 unit.
    • Revitalisasi lahan garam seluas 616 ha serta kelanjutan pembangunan 14 unit bendungan.
    • Peningkatan fasilitas bagi 400 kampung nelayan, bantuan pangan pengendalian kerawanan pangan untuk 5.000 orang, serta gerakan pangan murah bagi 38 kelompok masyarakat.

  3. 3. Skema dukungan belanja non-K/L dan pembiayaan daerah

    Ilustrasi pupuk subsidi (dok. Pupuk Indonesia)
    Ilustrasi pupuk subsidi (dok. Pupuk Indonesia)

    Selain belanja K/L, pemerintah mengalokasikan dana non-K/L untuk menjaga keterjangkauan modal dan sarana produksi petani:

    • Subsidi Pupuk: Mendorong produktivitas petani kecil dan pembudidaya ikan.
    • Skema Subsidi Resi Gudang (SSRG): Membantu petani dan UKM mengakses pembiayaan bunga terjangkau dengan jaminan komoditas di gudang.
    • Subsidi Bunga Pinjaman CPP: Melanjutkan dukungan pembiayaan bagi Perum Bulog dan BUMN Pangan untuk pengadaan stok Cadangan Pangan Pemerintah.
    • Kredit Usaha Alsintan: Menyiapkan subsidi bunga untuk pendorong modernisasi alat dan mesin pertanian.

    Sementara dari sisi Dana Transfer ke Daerah (TKD), alokasi DAK sebesar Rp473,6 miliar dibagi menjadi DAK Fisik (Rp397,4 miliar) untuk distribusi dan jalan kawasan produksi pangan, serta DAK Nonfisik (Rp76,2 miliar) untuk Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian.

    Target output TKD 2027 mencakup pembangunan 23 unit jalan usaha tani, 6 unit olahan pakan ternak, renovasi 20 unit balai penyuluhan pertanian, 8 unit screen housemodern hortikultura, serta renovasi 16 unit pusat kesehatan hewan.

    Terakhir, dukungan pembiayaan investasi RAPBN 2027 disiapkan Rp22 triliun untuk pengembangan ketahanan pangan nasional dan Rp66,8 miliar sebagai investasi pada International Fund for Agricultural Development Association (IFAD).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More