Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Minta Waktu 2 Bulan Buat Benahi Pelaksanaan MBG
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah meminta waktu dua bulan untuk melakukan refocusing dan membenahi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Dalam satu bulan, pemerintah menargetkan penyelesaian layanan MBG di wilayah 3T, termasuk NTT, Papua, dan Maluku yang dinilai sangat membutuhkan.
  • Penyaluran bagi 11 juta balita, ibu menyusui, dan ibu hamil akan diselesaikan dalam 1–2 bulan, sambil menambah titik MBG dan melengkapi sertifikasi SPPG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta waktu dua bulan untuk melakukan refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah akan menyelesaikan sejumlah sasaran program yang masih perlu dibenahi.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kita minta waktu 2 bulan, refocusing, kita akan menyelesaikan (wilayah) 3T, NTT (Nusa Tenggara Timur), Papua, Maluku yang sangat memerlukan, itu kita akan selesaikan dalam 1 bulan ini," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu.

Selain itu, pemerintah akan menyelesaikan penyaluran MBG bagi 11 juta balita, ibu menyusui, dan ibu hamil dalam waktu satu hingga dua bulan.

Pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang adalah penambahan 13 ribu titik MBG di Pulau Jawa. Pemerintah juga akan menyelesaikan 7.000 hingga 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Ini kita minta waktu 2 bulan. Insyaallah MBG 1-2 bulan mendatang akan semakin bagus sesuai dengan harapan masyarakat. Kita akan bekerja, bekerja keras dan mohon dukungannya," ujar Zulhas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article