Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Sampah Jadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Warga Bantul

Dari Sampah Jadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Warga Bantul
TPS 3R GO-SARI, yang setiap harinya mengolah sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi. (dok. Pertamina)
  • TPS 3R GO-SARI di Guwosari mengelola 3–3,5 ton sampah rumah tangga per hari, melayani 1.500 rumah tangga, mempekerjakan 27 warga, dan menghasilkan sekitar Rp98 juta per bulan.
  • Sampah organik diolah menjadi kompos serta pakan maggot untuk 458 ayam petelur, sementara plastik HDPE dijadikan eco furniture dengan keterlibatan lansia dan warga binaan rutan.
  • PLTS 6,6 kWp berkapasitas baterai 10 kWh menekan biaya listrik operasional GO-SARI hingga sekitar 60 persen, dari Rp3,5–4 juta menjadi Rp1,5–2 juta per bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Sampah rumah tangga menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, bagi warga setempat, sampah kini tak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga bisa diolah menjadi sumber penghasilan.

Hal tersebut dilakukan melalui TPS 3R GO-SARI. Setiap harinya, sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga dikelola di tempat tersebut. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi.

Saat ini, GO-SARI telah melayani sekitar 1.500 rumah tangga dan membuka lapangan pekerjaan bagi 27 warga setempat. Berbagai kegiatan produktif yang dijalankan bahkan menghasilkan total pendapatan sekitar Rp98 juta per bulan.

  1. 1. Sampah organik diolah jadi kompos dan pakan ternak

    WhatsApp Image 2026-08-14 at 4.45.18 PM.jpeg
    TPS 3R GO-SARI, yang setiap harinya mengolah sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi. (dok. Pertamina)

    Pengelolaan sampah di GO-SARI dimulai dari proses pemilahan. Untuk memudahkan masyarakat, sampah dikelompokkan dengan istilah “bosok, rosok, popok, dan bodongkok”.

    Sampah organik kemudian dimanfaatkan untuk membuat kompos dan membudidayakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot tersebut selanjutnya digunakan sebagai pakan ikan dan ternak.

    Salah satunya untuk mendukung pemeliharaan sekitar 458 ayam petelur yang mampu menghasilkan sekitar 27 kilogram telur setiap hari.

    Dengan cara tersebut, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menambah beban tempat pembuangan akhir justru dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

  2. 2. Plastik disulap jadi produk bernilai ekonomi

    WhatsApp Image 2026-08-14 at 4.45.17 PM (1).jpeg
    TPS 3R GO-SARI, yang setiap harinya mengolah sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi. (dok. Pertamina)

    Tak hanya sampah organik, sampah plastik juga mendapatkan perhatian. Plastik jenis HDPE diolah menjadi berbagai produk eco furniture, seperti meja, kursi, rak, hingga pot bunga.

    Pengembangan kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok lansia dan warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul.

    Hasil pengolahan sampah kemudian tidak hanya menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi masyarakat yang terlibat.

    Untuk memperluas akses layanan, GO-SARI juga mengembangkan aplikasi Gosari Lestari. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk pembayaran layanan persampahan, tabungan sampah anorganik, hingga pemasaran produk hasil pengolahan sampah.

  3. 3. PLTS bantu tekan biaya operasional hingga 60 persen

    WhatsApp Image 2026-08-14 at 4.45.16 PM (1).jpeg
    TPS 3R GO-SARI, yang setiap harinya mengolah sekitar 3–3,5 ton sampah rumah tangga masyarakat Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampah yang masuk kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi kompos, pakan ternak, material daur ulang, hingga berbagai produk bernilai ekonomi. (dok. Pertamina)

    Pengelolaan sampah GO-SARI juga mulai diperkuat dengan pemanfaatan energi bersih. Pada 2026, TPS 3R GO-SARI mendapatkan dukungan PLTS berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh.

    Energi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung berbagai peralatan operasional pengolahan sampah.

    Local Hero Program DEB GO-SARI sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, mengatakan penggunaan PLTS mampu memangkas biaya listrik operasional hingga sekitar 60 persen.

    Sebelumnya, biaya listrik mencapai sekitar Rp3,5 juta–Rp4 juta per bulan. Setelah menggunakan PLTS, biaya tersebut turun menjadi sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per bulan.

    “Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik,” ujar Hendry.

    Dukungan terhadap GO-SARI telah diberikan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2022. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan program tersebut diarahkan agar pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu dijalankan secara mandiri oleh masyarakat.

    “Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka,” ujar Taufik.

    Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Ardian Sajidanto, yang telah bekerja hampir 2,5 tahun di TPS 3R GO-SARI, mengatakan penghasilan dari pekerjaannya turut membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

    “Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga,” ujar Ardian.

    Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Pertamina juga menyerahkan dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja TPS 3R GO-SARI pada 12 Agustus 2026. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 771 paket sembako disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di sekitar wilayah program.

    Lewat pengelolaan yang melibatkan masyarakat, GO-SARI menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan dapat diolah kembali, sementara masyarakat memperoleh lapangan kerja dan sumber penghasilan.

    “Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan,” kata Taufik. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More