Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zulhas Minta Maaf soal Gonjang-ganjing MBG Setahun Terakhir

Zulhas Minta Maaf soal Gonjang-ganjing MBG Setahun Terakhir
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui kekosongan stok minyak goreng rakyat merek Minyakita. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta maaf atas polemik dan gonjang-ganjing pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selama lebih dari setahun.
  • Zulhas menyebut hampir semua kementerian menemukan berbagai kejanggalan dalam program MBG, dan persoalan tersebut telah ditindak.
  • Pelaksanaan MBG kini dipimpin Kepala BGN Sudaryono, setelah Dadan Hindayana dicopot dan menjadi tersangka korupsi, sementara penggantinya Nanik S. Deyang mengundurkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan meminta maaf atas berbagai polemik yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari setahun.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Sementara anggaran yang paling besar yang kami koordinasikan itu MBG. Kami minta maaf hampir 1 tahun lebih ya gonjang-ganjing luar biasa, terjadi di sana-sini," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu.

Menurutnya, hampir semua kementerian saat itu menemukan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut. Berbagai persoalan itu kemudian sudah ditindak.

Kini, pelaksanaan MBG dipimpin oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Zulhas menyebut, Sudaryono sebagai sosok muda yang terbuka dan cerdas.

"Kami terus-menerus pada waktu itu hampir semua kementerian menemukan berbagai kejanggalan dan sudah diambil tindakan. Dan Alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar (Sudaryono) yang terbuka, cerdas ya," ujarnya

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN, yang kemudian diikuti dengan penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi program MBG.

Sementara itu, Nanik S. Deyang sempat diangkat untuk menggantikan Dadan, namun dia juga mengundurkan diri dari jabatan tersebut sekitar sebulan kemudian.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More