Ia menegaskan, pemerintah juga siap menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk ancaman El Nino yang diperkirakan dapat menjadi salah satu yang terberat.
Core Indonesia: 8 Komoditas Diklaim Swasembada, Pakan Ayam Masih Impor
- CORE Indonesia mengakui delapan komoditas telah dipenuhi mandiri, tetapi ayam dan telur belum sepenuhnya swasembada karena sekitar 50 persen bahan pakan serta grand parent stock masih impor.
- Impor beras turun dari 4,5 juta ton pada 2024 menjadi 0,45 juta ton pada 2025, terutama untuk beras khusus seperti japonica dan menir.
- CORE memperkirakan impor 12 pangan strategis naik pada 2026, setelah volume semester pertama meningkat dari 13,1 juta ton pada 2025 menjadi 14,7 juta ton.
Jakarta, IDN Times - Peneliti CORE Indonesia, Dwi Andreas Santosa tak menampik klaim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait delapan komoditas yang sudah berhasil dicukupi secara mandiri atau swasembada. Meski begitu, untuk produk olahan ayam tak sepenuhnya dapat dikatakan swasembada. Sebab, pakan ayam masih sepenuhnya mengimpor dari luar Indonesia.
Delapan komoditas yang diklaim Prabowo sudah berhasil dipenuhi secara mandiri yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
"Sudah sejak lama, kita memang telah swasembada di delapan komoditas tersebut. Misalnya terkait (komoditas) telur, itu kan sudah lama (sudah swasembada). Meskipun bila dibaca secara keseluruhan terkait telur dan ayam, Indonesia belum swasembada juga. Karena apa? 100 persen pakannya masih kita impor, grand parent stock (GPS) juga masih impor," ungkap Andreas di dalam dialog virtual yang membahas pidato kenegaraan Prabowo 2026 pada Jumat (14/8/2026).
"50 persen bahan untuk pakan itu masih kita impor. Sedangkan, bahan lainnya bisa dicukupi dari dalam negeri" imbuhnya.
Namun, Andreas juga menyebut stok telur ayam dan daging ayam untuk kebutuhan dalam negeri sudah cukup. CORE Indonesia juga mencatat Indonesia sudah sejak lama berhasil swasembada untuk komoditas bawang merah.
1. Impor beras mengalami penurunan pada 2025

Diskusi Core Indonesia mengenai pidato kenegaraan Prabowo Subianto pada 2026. (Tangkapan layar YouTube) Lebih lanjut, Andreas turut mencatat adanya penurunan impor untuk komoditas beras. Pada 2024, Indonesia tercatat mengimpor 4,5 juta ton. Sedangkan, pada 2025, total impor beras menurun 0,45 juta ton.
"Masih sih hampir setengah juta ton. Walaupun jika dibaca definisi swasembada beras di Indonesia yaitu tidak mengimpor beras umum atau beras yang kita konsumsi," katanya.
Ia menambahkan setengah juta ton beras yang diimpor merupakan beras jenis khusus seperti japonica atau menir. Beras japonica biasa digunakan di restoran-restoran Jepang dan Korea Selatan.
"Tahun 2025 kemarin, impor beras menir kita masih besar. Walaupun pemerintah sekarang berusaha agar importir tidak lagi mengimpor (beras) menir. Menir dipenuhi dari kebutuhan dalam negeri," tutur dia.
Beras menir sendiri merupakan beras yang merupakan butiran atau patahan beras berukuran kecil yang besarnya kurang dari persepuluh beras utuh. Beras menir biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan, bahan industri atau diolah menjadi kuliner tradisional seperti nasi menir.
2. Impor pangan diperkirakan meningkat pada 2026

ilustrasi daging sapi (unsplash.com/Satmar Meats) Sementara, dalam perkiraan Andreas, 12 komoditas pangan strategis Indonesia sepanjang 2026 akan meningkat. Hal itu didasarkan pada data semeser pertama 2026, impor 12 komoditas pangan malah mengalami peningkatan.
"Berdasarkan data Januari hingga Juni 2025, total impor kita 13,1 juta ton. Sedangkan, pada semeser pertama 2026, impor 12 komoditas naik 14,7 juta ton. Jadi, kemungkinan besar impor pangan kita akan kembali meningkat di tahun 2026 ini," ujar pria yang juga merupakan Guru Besar IPB itu.
12 komoditas yang diprediksi impornya meningkat antara lain beras, jagung, gandum, kedelai, gula tebu, kacang tanah, daging sapi, susu, kentang, ubi kayu, bawang putih, dan bawang bombai
3. Prabowo klaim swasembada pangan sudah tercapai lebih cepat dari target

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Fauzan Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target awal. Menurutnya, target yang sebelumnya diperkirakan dapat dicapai dalam empat tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.
“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” ujar Prabowo.
Pria yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, capaian tersebut menjadi kabar baik di tengah kondisi dunia yang saat ini menghadapi kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan pangan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, makanan untuk rakyat Indonesia dalam keadaan aman," katanya.











