Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia Tak Terlaksana Tahun Ini

2 min read
Penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia Tak Terlaksana Tahun Ini
Pelita Air Service datangkan Airbus A320 (dok. Pertamina)
  • Penggabungan Pelita Air ke grup Garuda Indonesia dipastikan belum terlaksana pada 2026, menurut COO Danantara Dony Oskaria, tanpa perkembangan terbaru yang diumumkan.

  • Rencana konsolidasi Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air sebelumnya ditargetkan rampung pada kuartal I 2026, dengan Garuda sebagai holding maskapai BUMN.

  • Konsolidasi diarahkan memperkuat daya saing melalui analisis rute dan konektivitas, serta peningkatan layanan perjalanan, integrasi tiket, lounge, kabin, katering, loyalitas, dan SDM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan penggabungan maskapai Pelita Air ke grup Garuda Indonesia tak terlaksana tahun ini.

Dia mengaku belum ada perkembangan terbaru mengenai wacana tersebut.

“Oh itu belum, belum,” ucap Dony saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

  1. 1. Molor dari target

    03.jpeg
    Armada pesawat Pelita Air Service. (dok. Pelita Air)

    Pada 10 Februari 2026 lalu, Dony menyatakan Garuda Indonesia akan menjadi Holding Maskapai BUMN.

    “Iya Garuda Indonesia induk, (bawahnya) ada Citilink, ada Pelita,” kata Dony di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

    Sebelumnya, dia menargetkan konsolidasi ketiga maskapai itu, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service menjadi satu holding bisa rampung pada kuartal I tahun ini.

    "Garuda di kuartal I ini sudah pindah, cepat mereka,” ucap Dony.

  2. 2. Buat perkuat maskapai BUMN

    02.jpeg
    Armada pesawat Pelita Air Service. (dok. Pelita Air)

    Kemudian, pada 24 Juli 2026 lalu, dia mengatakan bergabungnya Pelita dengan grup Garuda Indonesia akan membangun kekuatan maskapai nasional yang lebih solid, efisien, dan berdaya saing.

    “Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony.

  3. 3. Konsolidasi maskapai BUMN dilanjutkan dengan analisis rute yang dilayani

    01.jpeg
    Armada pesawat Pelita Air Service. (dok. Pelita Air)

    Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

    “Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” tutur Dony.

    Selain itu, dia juga mendorong peningkatan standar layanan grup Garuda Indonesia secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight.

    Penguatan layanan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.

    Melalui konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, grup Garuda Indonesia diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More