Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjualan Eceran Naik 6,9 Persen pada Februari, Efek Ramadan
Ilustrasi pasar tradisional. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Bank Indonesia mencatat penjualan eceran Februari 2026 tumbuh 6,9 persen yoy dan naik 4,4 persen dibanding Januari, dipicu peningkatan permintaan selama Ramadan dan persiapan Idulfitri.
  • Kenaikan penjualan terutama berasal dari kelompok suku cadang, perlengkapan rumah tangga, serta subkelompok sandang yang mendominasi kinerja ritel bulan Februari 2026.
  • Tekanan inflasi diperkirakan menurun pada April 2026 seiring normalisasi harga pasca Idulfitri, namun kembali meningkat pada Juli karena kenaikan harga saat tahun ajaran baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) merilis kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 berdasarkan Indeks Penjualan Riil (IPR).

Pada Februari 2026, IPR diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara year on year (yoy). Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode Januari 2026 yang tumbuh 5,7 persen (yoy).

1. Tumbuh 4,4 persen dibandingkan Januari 2026

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm) atau dibandingkan Januari 2026, IPR per Februari 2026 tumbuh 4,4 persen.

“Kenakan itu dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriyah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

2. Penjualan didominasi kelompok suku cadang hingga perlengkapan rumah tangga

Suku cadang mobil di Dealer Hyundai Raden Patah, Semarang, Jumat (13/1/2023) (IDN Times/Dhana Kencana)

Kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Subkelompok Sandang.

Sementara itu, pada Januari 2026, penjualan didominasi oleh kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta  subkelompok sandang.

3. Tekanan inflasi diprediksi turun bulan depan

Ilustrasi Mal di Jakarta (IDN Times/Anata)

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu April 2026 diprakirakan turun. Sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan  meningkat. Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idul Fitri 1447 Hijriyah.

“Sementara itu, IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru,” ujar Denny.

Editorial Team