Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan, Presiden AS Donald Trump mengancam meluncurkan serangan baru untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, setelah menyatakan kesepakatan damai sementara telah berakhir.
Serangan terbaru AS merespons pemboman tiga kapal tanker pada hari Selasa, mengguncang kota-kota pantai selatan Iran hingga memutus aliran listrik. Iran membalas dengan menyerang situs militer AS di Bahrain dan Kuwait. Dampaknya, perusahaan asuransi perang menyarankan kapal-kapal menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz.
"Beberapa perusahaan asuransi perang telah menyarankan perusahaan pelayaran untuk menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz, dan yang lainnya sedang meninjau ketentuan polis mereka setelah serangan kapal Iran yang diperbarui," kata Ibrahim.