- Bath Thailand turun 0,16 persen
- Peso Filipina turun 0,12 persen
- Won Korea Selatan turun 0,06 persen
- Yuan China menguat 0,12 persen
- Yen Jepang menguat 0,09 persen
- Dolar Singapura menguat 0,05 persen
Rupiah Kian Lesu, Dibuka di Level Rp18.066 per Dolar AS

- Rupiah dibuka melemah ke Rp18.066 per dolar AS, turun 52 poin atau 0,29 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp18.014.
- Mata uang Asia bergerak bervariasi, dengan bath Thailand dan peso Filipina melemah, sementara yuan China serta yen Jepang menguat tipis.
- Analis menilai tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen negatif global dan domestik, memproyeksikan pergerakan di kisaran Rp17.950–Rp18.100 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026). Rupiah berada di level Rp18.066 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 52 poin atau 0,29 persen. Sementara mata uang Garuda pada perdagangan kemarin ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp18.014 per dolar AS.
1. Mata uang kawasan Asia bervariasi
Adapun mata uang Kawasan Asia dibuka variasi, sebagai berikut:
2. Sentimen yang pengaruhi rupiah
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, sentimen dari luar dan dalam negeri masih akan menekan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Dari luar negeri, berupa sentimen risk of dari eskalasi geopolitik dari Timur Tengah (Timteng).
"Sentimen domestik sendiri juga masih lemah, dengan investor menantikan data penjualan ritel siang ini," kata dia.
3. Proyeksi pergerakan rupiah
Dengan sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri tersebut, Lukman memperkirakan, mata uang Garuda berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Range rupiah Rp17.950 - Rp18.100 per dolar AS," ujarnya.




















