Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perkembangan AI Makin Pesat, Ini PR buat HR agar Gerak Lebih Strategis

ilustrasi artificial intelligence (Pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi artificial intelligence (Pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya sih...
  • Pengembangan talenta lokal agar bisa bersaing secara internasional
  • Peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi
  • Peran PMSM Indonesia Rally & Connect sebagai momentum penting bagi PMSM Indonesia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Akal imitasi atau artificial intelligence (AI) terus berkembang cepat saat ini dan mengubah lanskap dunia kerja dan menuntut peran Human Resources (HR) agar semakin strategis. Topik soal AI dalam dunia kerja menjadi pembahasan dalam Rally & Connect, sebuah forum eksklusif yang mempertemukan lebih dari 30 Senior HR Leaders dari perusahaan terkemuka di Indonesia.

Dalam forum itu, Managing Director ELSA Speak, Yasser Muhammad Syaiful memaparkan data yang menunjukkan, 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos AI, tetapi kesiapan organisasi masih tertinggal terutama dalam kualitas data, pengembangan kemampuan, dan kesiapan pola pikir karyawan.

“Mengacu pada World Economic Forum, kompetensi kunci hingga 2030 mencakup analytical thinking, resilience, creative thinking, technology literacy, serta AI and big data. Dalam konteks ini, kemampuan komunikasi dan penggunaan bahasa Inggris yang relevan dengan pekerjaan menjadi medium utama untuk mengaktifkan kemampuan tersebut di lingkungan kerja global,” tutur Yasser, dikutip Jumat (23/1/2026).

1. Pengembangan talenta lokal agar bisa bersaing secara internasional

Ilustrasi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. (pexels.com/fauxels).
Ilustrasi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. (pexels.com/fauxels).

Oleh karena itu, Perkumpulan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM) dan ELSA Speak berkomitmen penuh dalam pengembangan talenta Indonesia agar mampu bersaing di lingkup internasional. Kolaborasi ini sejalan dengan misi PMSM untuk mendorong peningkatan kualitas dan kapabilitas SDM Indonesia melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan tuntutan bisnis global.

Yasser menjelaskan, melalui solusi berbasis AI yang terukur dan kontekstual, ELSA mendukung arah tersebut dengan membantu organisasi membangun kesiapan komunikasi berstandar internasionall, meningkatkan kepercayaan diri talenta, serta memperkuat kolaborasi lintas tim dan budaya.

“Dampaknya tidak hanya terlihat pada peningkatan kualitas komunikasi, tetapi juga pada produktivitas kerja yang lebih tinggi, pengambilan keputusan yang lebih efektif, serta pembentukan budaya organisasi yang lebih terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kinerja, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis,” tutur Yasser.

2. Peningkatan kepercayaan diri dalam berkomunikasi

Foto 1 (19) (1).jpeg
Kompetisi inovasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) yang diinisiasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui komunitas Digistar Club ini berhasil menarik 256 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (Dok. Telkom)

Kemudian melalui pendekatan AI purpose centric, ELSA Speak menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis data melalui AI learning agent yang mempersonalisasi pelatihan sesuai fungsi kerja, standar operasional prosedur (SOP) internal, dan situasi nyata di dunia kerja.

Pendekatan ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri komunikasi hingga 95 persen serta mendorong kenaikan rata-rata 13 persen English Proficiency Score (EPS) dalam tiga bulan pertama.

“Setara dengan peningkatan dua hingga tiga level kemampuan bahasa, sekaligus mempercepat kesiapan talenta menghadapi kebutuhan dunia kerja menuju 2030,” kata Yasser.

3. Peran PMSM Indonesia

Rally & Connect bahas perkembangan AI di dunia kerja
Rally & Connect bahas perkembangan AI di dunia kerja (dok. PMSM Indonesia)

Rally & Connect menjadi momentum penting bagi PMSM Indonesia di bawah kepemimpinan ketua baru mereka, Dudi Arisandi.

Berbekal pengalaman memimpin transformasi people and culture di industri digital, Dudi mendorong PMSM untuk berperan sebagai platform yang memperkuat posisi HR sebagai mitra strategis bisnis, sekaligus menyiapkan talenta adaptif, human-centric, dan siap menghadapi tantangan era AI.

“Memasuki 2026, HR dituntut untuk bergerak lebih cepat dan berbasis data. Perusahaan tidak lagi cukup hanya berinvestasi pada sistem atau teknologi, tetapi juga pada kesiapan manusia. Kebutuhan terbesar HR ke depan adalah membangun talenta yang adaptif, mampu berpikir kritis, dan siap bekerja berdampingan dengan AI,” ujar Dudi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Hidupkan Perekonomian Alor, BRILink Agen Ini Torehkan Beragam Prestasi

24 Jan 2026, 10:12 WIBBusiness