Pertamina Bina UMK, Omzet dan Ekosistem Bisnis Meningkat Pesat

- Program Pertapreneur Aggregator (PAG) dari Pertamina berhasil meningkatkan omzet UMK hingga Rp5,72 miliar per Maret 2026 serta memperkuat jaringan dan ekosistem bisnis lokal.
- Pertamina menegaskan komitmennya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendampingan, akses pasar, dan penerapan prinsip ESG yang sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.
- Sepuluh UMK terbaik hasil kurasi nasional memperoleh pendampingan berbasis riset dan teknologi, menciptakan dampak berantai positif bagi kapasitas produksi serta kualitas produk antar-UMK.
Jakarta, IDN Times- PT Pertamina (Persero) lewat program Pertapreneur Aggregator (PAG) berhasil mendongkrak omzet UMK hingga Rp5,72 miliar per Maret 2026. Program ini juga memperluas jaringan dan memperkuat ekosistem usaha mikro dan kecil di Indonesia.
PAG membina UMK terpilih menjadi agregator yang tidak hanya mengembangkan bisnis sendiri, tetapi juga membantu UMK lain naik kelas melalui distribusi, akses pasar, dan kolaborasi bisnis.
"Melalui program ini, pelaku UMK terpilih dibina untuk tidak hanya memajukan usahanya sendiri, tetapi juga membantu usaha kecil lainnya agar bisa "naik kelas" dengan menghubungkan mereka ke peluang pasar yang lebih luas serta memperkuat jaringan dan rantai pasok antar-sesama UMK," tegas Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
1. Dorong kemandirian ekonomi masyarakat

Ia menjelaskan program ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan dirancang untuk membantu UMK naik kelas secara menyeluruh.
“Melalui Pertapreneur Aggregator, kami ingin mencetak pemimpin-pemimpin UMK yang adaptif dan mampu mengelola ekosistem bisnisnya secara efektif. Program ini membantu mereka memperkuat kolaborasi dan kemitraan, sehingga UMK lokal kita memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun global,” ujar Muhammad Baron.
2. Pertamina berkomitmen dorong UMK binaan memiliki daya saing

Pertamina akan terus memperkuat program ini melalui pendampingan intensif, perluasan akses pasar, serta simulasi akses pendanaan agar UMK binaan semakin berdaya saing.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini juga didukung dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional, serta kolaborasi dengan Danantara Indonesia.
3. Sebanyak 10 UMK Terbaik PAG Tembus Omzet Fantastis

Program PAG tahun ini diikuti oleh 10 pemenang terbaik hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, seperti makanan olahan, produk kesehatan, fesyen, hingga kerajinan. Para peserta mendapatkan pendampingan berbasis riset dan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.
"Manfaat nyata program ini adalah terciptanya ekosistem bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi. UMK peserta mendapatkan dukungan teknis dan manajerial, mulai dari penguatan model bisnis, validasi pasar, hingga analisis keuangan. Dengan menjadi agregator, pertumbuhan satu UMK memberikan dampak berantai bagi UMK lain dalam jaringannya, baik dalam hal kapasitas produksi maupun kualitas produk," tegasnya.
Salah satu pemenang, Rendang Gadih, mencatat penjualan yang sangat baik, terutama saat momentum Ramadan. Hingga Maret 2026, omzetnya mencapai Rp5,72 miliar, mencerminkan kuatnya pengelolaan mitra produksi dan distribusi. Untuk memperluas pasar, Rendang Gadih tengah menyiapkan kerja sama dengan ritel modern Foodhall serta rencana co-branding dengan Pertamina
Pemenang lainnya, Bali Honey, menunjukkan perkembangan positif pada kualitas produk. Persentase madu yang memenuhi standar meningkat dari 34% menjadi 70 persen hingga Maret 2026. Dari sisi pasar, Bali Honey juga terus menjajaki peluang ekspansi dan mencatat omzet sebesar Rp648,7 juta.


















