Siaga Ramadan dan Jelang Idulfitri, Pertamina NRE Gelar Commander's Call

Pertamina NRE menggelar Commander’s Call di Karawang untuk memastikan kesiapan operasional dan keandalan pasokan energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Digitalisasi diperkuat melalui aplikasi NOVA, AI CCTV, face recognition, dan sistem G-Bionic guna meningkatkan keselamatan, efisiensi, serta pemantauan real-time di seluruh lini operasi.
Direktur Utama Pertamina NRE memberikan apresiasi atas penerapan HSSE dan menekankan pentingnya kewaspadaan serta penggunaan Stop Work Authority demi menjaga keselamatan kerja.
Jakarta, IDN Times – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) sebagai Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (SH PNRE) menggelar Commander’s Call di fasilitas pembangkit listrik PT Jawa Satu Power di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Jumat, (13/3), guna memastikan kesiapan dan kesiagaan unit operasi serta proyek di lingkungan SH PNRE dalam menghadapi periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Pelaksanaan Commander’s Call dihadiri oleh pimpinan, manajemen, serta pekerja dari berbagai entitas di lingkungan SH PNRE, antara lain PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO), PT Jawa Satu Power, dan PT Jawa Satu Regas.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi antara Kantor Pusat dengan garda terdepan area operasional dan proyek guna menjaga keandalan sistem kelistrikan dan energi menyambut periode Idulfitri 2026.
1. Energi tetap aman selama Ramadan dan jelang Idulfitri

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa kesiapan operasional tidak hanya ditentukan oleh keandalan fasilitas pembangkit, tetapi juga oleh integrasi sistem pemantauan serta koordinasi lintas entitas di lingkungan subholding.
“Periode Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum penting di mana kebutuhan energi masyarakat tetap harus terjaga secara andal dan aman. Forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keandalan operasi selama periode Idulfitri," tutur John
Lebih lanjut, John menegaskan bahwa SH PNRE memastikan seluruh lini operasi, mulai dari pembangkitan hingga proyek pengembangan energi bersih, berada dalam kondisi siap siaga.
“Sinergi antar entitas serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam menjaga keandalan operasi sekaligus memastikan layanan energi tetap optimal bagi masyarakat,” Lanjut John.
2. Digitalisasi dalam operasional perusahaan

Berbicara mengenai pemanfaatan teknologi digital, Norman Ginting selaku Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE menjelaskan bahwa entitas di lingkup SH PNRE telah mengaplikasikan tiga upaya digitalisasi guna mendukung berjalannya operasional perusahaan.
“Dalam menyalurkan energi bersih, kami menekankan tiga hal utama yaitu keselamatan, keandalan aset operasi, dan keberlanjutan kegiatan operasi. Untuk mendukung hal tersebut, SH PNRE terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan aplikasi NOVA (New & Renewable Energy Operation and Visualization), pemanfaatan AI CCTV dan face recognition untuk mendukung aspek keselamatan, serta implementasi G-Bionic di PGE dalam membangun budaya kerja berbasis data yang adaptif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Norman.
Lebih jauh, pengembangan aplikasi NOVA memungkinkan pemantauan kinerja operasional Pertamina NRE dan anak perusahaan secara waktu nyata (real-time), serta penerapan AI CCTV dan face recognition bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sekaligus memastikan validitas personil yang bertugas di area operasi.
Lebih jauh, pemanfaatan G-Bionic juga turut mendukung keandalan operasional panas bumi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Melalui sistem pemantauan operasi pengeboran secara real-time, PGE dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan seperti stuck pipe atau kondisi pipa pengeboran yang terjepit di dalam sumur, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Selain meningkatkan efisiensi dan optimalisasi kinerja pengeboran, implementasi ini juga membantu menjaga kelancaran operasi serta keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan dan menjelang Idulfitri.
3. Apresiasi penerapan HSSE

Sebagai penutup, John Anis, menyampaikan apresiasi atas kinerja serta komitmen tinggi terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang telah ditunjukkan oleh seluruh area operasi di lingkungan SH PNRE.
“Saya mengapresiasi performa dan komitmen HSSE yang telah ditunjukkan oleh seluruh area operasi. Saya juga mengingatkan agar seluruh area memperhatikan delapan pesan HSSE dan meningkatkan kewaspadaan, karena pengalaman menunjukkan bahwa insiden sering terjadi akibat kelalaian pada periode seperti ini. Tetap jaga produktivitas, namun hindari pekerjaan berisiko tinggi dan jangan ragu menggunakan Stop Work Authority (SWA) atau kewenangan untuk menghentikan pekerjaan apabila terdapat kondisi kerja yang tidak aman,” tutup John. (WEB)















