Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jamin Stok BBM Aman, Pertamina Kesampingkan Profit Kilang

Jamin Stok BBM Aman, Pertamina Kesampingkan Profit Kilang
ilustrasi pemandangan kilang Pertamina. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • Pertamina mengoperasikan seluruh kilang pada kapasitas penuh untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah meningkatnya permintaan energi nasional.
  • Perusahaan menomorduakan keuntungan kilang dan fokus pada prinsip 4A: ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, serta keterjangkauan bagi masyarakat.
  • Kapasitas produksi nasional mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari, dengan impor BBM dan LPG telah direncanakan sejak Januari demi menjamin pasokan Maret.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Seluruh kilang Pertamina saat ini tengah beroperasi pada kapasitas penuh. Hal itu dilakukan untuk memastikan kuantitas produksi bahan bakar minyak (BBM) berada pada level tertinggi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan, fokus utama perusahaan saat ini adalah mengejar volume produksi sebanyak-banyaknya. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan energi di dalam negeri.

"Produksi kilang sendiri, kita sudah pada posisi maksimal. Jadi kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi konteksnya quantity, bagaimana kilang ini menghasilkan quantity sebanyak-banyaknya," kata dia dalam konferensi pers di Rest Area KM 57, Cikampek, Senin (16/3/2026).

1. Abaikan keuntungan kilang demi jamin ketersediaan produk

Kilang Pertamina (dok. Pertamina)
Kilang Pertamina (dok. Pertamina)

Mars Ega mengatakan, dalam kondisi saat ini, Pertamina tidak lagi memprioritaskan profitabilitas kilang. Menurut dia, menjamin ketersediaan produk jauh lebih mendesak dibandingkan mengejar keuntungan semata.

Pertamina memiliki tanggung jawab untuk memastikan prinsip 4A, yakni availability (ketersediaan), accessibility (kemudahan akses), acceptability (kualitas yang diterima), dan affordability (keterjangkauan harga) bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Bukan lagi kami berorientasi optimasi profit kilang. Saat ini tidak demikian karena kebutuhan meningkat, kami melihat bahwa availability produk itu lebih penting daripada profitability," kata dia.

2. Produksi kilang tembus 1,1 juta barel per hari

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mencatat pencapaian penting dengan melaksanakan pemasukan perdana catalyst pada unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mencatat pencapaian penting dengan melaksanakan pemasukan perdana catalyst pada unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Minggu (17/8/2025). Foto Pertamina

Demi mengutamakan ketersediaan stok, Pertamina telah mengatur mode operasional kilang khusus untuk memaksimalkan jumlah output. Dia mengungkapkan, saat ini kapasitas produksi nasional telah mencapai angka kurang lebih 1,1 juta barel per hari.

Langkah peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat, karena pasokan energi dipastikan tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk mendukung mobilitas masyarakat.

"Nah, jadi kami mengutamakan availability sehingga kilang modenya adalah maksimalkan quantity produksi. Saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta barel per hari," kata dia.

3. Pertamina juga amankan impor jauh-jauh hari

Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Mars Ega membeberkan alur penyiapan energi nasional untuk menjamin ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat. Dia menegaskan, pasokan untuk periode Maret ini sebenarnya sudah direncanakan matang sejak Januari lalu.

"Jadi sejak Januari itu Patra Niaga sudah menyiapkan perencanaan produk untuk Maret, baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi sehingga enggak ujug-ujug nih ya tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Business

See More