Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Patra Niaga Genjot Ekonomi Sirkular, Genjot Nilai Tambah

Pertamina Patra Niaga Genjot Ekonomi Sirkular, Genjot Nilai Tambah
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular. (Dok/Istimewa).
Intinya Sih
  • Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen mendorong ekonomi sirkular lewat inovasi pengelolaan limbah berkelanjutan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
  • Program CID Pelita mengolah sampah plastik rumah tangga jadi produk berguna seperti paving block dan roster, sementara sampah organik dijadikan kompos serta minyak jelantah diubah jadi sabun dan lilin.
  • Melalui Proklim Pesanggrahan, Pertamina berhasil kurangi ribuan kilogram sampah, tekan emisi metana, tingkatkan pendapatan warga hingga belasan juta rupiah, serta hemat listrik lewat energi surya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN TImes - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di Indonesia melalui berbagai program pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan terus menghadirkan inovasi yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

1. Ekonomi sirkular dorong penciptaan nilai tambah

Pertamina
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus jaga pasokan BBM dan LPG selama hari raya (Dok.IDN Times/istimewa)

Menurut dia, penerapan ekonomi sirkular tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Salah satu implementasi program tersebut adalah Community Involvement and Development (CID) Pelita atau Pengelolaan Lingkungan Terpadu Borneo yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.

2. Sampah plastik rumah tangga diolah jadi berbagai produk

ilustrasi sampah plastik, recycle
ilustrasi sampah plastik, recycle (pexels.com/cottonbro studio)

Ia menjelaskan dalam program ini, sampah plastik rumah tangga seperti kemasan saset dan bungkus makanan diolah menjadi produk bernilai guna seperti roster, paving block, hingga lembaran LDPE tanpa pembakaran.

Selain itu, sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, sementara minyak jelantah diolah menjadi sabun dan lilin.

Di Jawa Timur, Pertamina melalui Fuel Terminal Madiun juga mengembangkan Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta meningkatkan transparansi administrasi.

3. Pertamina ubah ribuan kilogram sampah jadi produk ekonomis lewat program proklim

Sampah Plastik yang menumpuk
Ilustrasi Sampah Plastik. (Pexels/Lara Jameson)

Sampah anorganik yang terkumpul kemudian diolah melalui kegiatan workshop 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti plakat, kipas, meja, hingga gantungan kunci.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan tercatat mampu mengurangi 16.000 kg sampah organik dan 1.380 kg sampah anorganik. Program ini juga menekan emisi metana 2.013 kg per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kg per tahun.

Dari sisi ekonomi, program tersebut turut meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar Rp14,6 juta serta menghemat biaya listrik sekitar Rp700.000 per bulan melalui pemanfaatan energi surya. Program ini melibatkan sekitar 40 anggota aktif dan memberi manfaat tidak langsung bagi lebih dari 3.000 warga.

Pertamina menegaskan akan terus memperluas implementasi ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More