Pertamina Patra Niaga Jaring 23 Penerima Beasiswa Calon Pelaut

- Pertamina Patra Niaga menggelar seleksi Beasiswa Calon Pelaut di lima kota dengan 101 peserta dari tujuh perguruan tinggi mitra untuk memperebutkan 23 beasiswa.
- Seleksi mencakup tes TOEIC, psikotes, serta Tes Potensi Akademik umum dan teknis guna menilai kemampuan bahasa, kognitif, dan kompetensi bidang kelautan.
- Program ini bertujuan mencetak pelaut tangguh yang mampu menjaga distribusi energi nasional secara aman dan efisien melalui penguatan SDM maritim berkualitas.
1. Sebanyak 101 kandidat mengikuti seleksi di lima kota

Seleksi berlangsung di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Para peserta berasal dari berbagai institusi pendidikan vokasi dan maritim, antara lain Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Pelayaran Surabaya, serta Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
Program ini merupakan pengembangan dari Beasiswa Crewing Talent Scouting yang pada 2025 berhasil melahirkan 20 pelaut muda.
"Program ini merupakan kelanjutan dari Beasiswa Crewing Talent Scouting yang telah berhasil mencetak 20 pelaut muda berbakat pada 2025. Tahun ini, program tersebut diperluas dengan target menjaring 23 talenta terbaik dari tujuh perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia," ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.
2. Kandidat diuji kemampuan bahasa Inggris hingga kompetensi teknis

Sementara itu, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menjelaskan dalam proses seleksi, peserta mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris menggunakan standar TOEIC yang mengukur kemampuan listening dan reading.
Selain itu, mereka juga menjalani psikotes untuk mengukur aspek kognitif, sikap kerja, dan kepribadian.
Peserta juga mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang terdiri dari TPA General dan TPA Teknis. TPA General menguji kemampuan penalaran, literasi bahasa, dan matematika, sementara TPA Teknis berfokus pada pengetahuan bidang kelautan dan perkapalan.
“Menjadi pelaut di armada Pertamina bukan sekadar soal teknis berlayar melainkan akan menghadapi tantangan nyata di lautan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan tinggi dan berlayar di laut internasional yang akan membutuhkan koordinasi lintas negara,” kata dia
3. Pertamina bidik talenta pelaut untuk perkuat distribusi energi nasional

Menurut Arif, profesi pelaut di armada energi nasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Pelaut juga dituntut mampu mengambil keputusan cepat dalam situasi bertekanan tinggi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak saat berlayar di perairan internasional. Pertamina menilai penguatan SDM maritim menjadi bagian penting untuk menjaga distribusi energi nasional tetap aman, efisien, dan berkelanjutan.
“Kami memastikan dari seluruh tahapan program berjalan terstruktur dan transparan, mulai dari seleksi hingga pembinaan peserta, Pertamina akan memperoleh talenta pelaut terbaik,” ujar Agus.
Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Penerima beasiswa dijadwalkan diumumkan pada 30 Juni 2026, sedangkan inaugurasi peserta akan digelar pada 3 Juli 2026.p


















