Pertamina Patra Niaga Menguatkan Ketahanan Energi untuk Masyarakat Indonesia. (Dok/Istimewa).
Ia menjelaskan komitmen menjaga ketahanan energi juga tercermin melalui pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru. Melalui satgas tersebut, perusahaan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan avtur tetap aman selama periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Menurut Roberth, monitoring selama 24 jam dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional. Tak hanya itu, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Distribusi energi dilakukan secara terintegrasi melalui jalur darat, laut, dan udara dengan dukungan pemerintah, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Untuk mendukung pemerataan energi, perusahaan terus memperluas Program BBM Satu Harga yang kini telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia. Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 421 SPBU Nelayan guna mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Di sisi infrastruktur, perusahaan didukung lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, armada kapal, hingga dukungan transportasi udara yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi nasional dan memastikan keandalan pasokan hingga ke wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi," jelasnya.