Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Satu Kapal Pertamina Lolos Selat Hormuz, Satu Lagi Bersiap Melintas

Satu Kapal Pertamina Lolos Selat Hormuz, Satu Lagi Bersiap Melintas
potret kapal tanker minyak (unsplash.com/Shaah Shahidh)
Intinya Sih
  • Kapal Gamsunoro milik Pertamina berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah tertahan sejak Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
  • Keberhasilan pelayaran dicapai berkat koordinasi intensif antara Kemlu RI, KBRI Tehran, dan PIS, serta pemantauan keamanan kapal selama 24 jam penuh oleh tim darat dan laut.
  • Armada VLCC Pertamina Pride kini tengah bersiap melintas Selat Hormuz dengan tetap memperhatikan evaluasi keamanan, kepadatan lalu lintas, serta rekomendasi internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kerja sama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, KBRI Tehran, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil membawa kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB.

Kapal tersebut sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Kapal menempuh 16 jam perjalanan dari Teluk Arab sejak pukul 04.06 WIB dengan kecepatan 7,5 knot.

Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz pukul 16.00 WIB, lalu berhasil mencapai titik aman empat jam kemudian. Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan, terima kasih atas dukungan penuh dari Kemlu dan KBRI Tehran.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini," kata Vega dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (26/6/2026).

1. Melalui penilaian risiko ketat

Kapal tanker minyak.
ilustrasi kapal tanker (pexels.com/Alexander Bobrov)

Vega menjelaskan, keputusan melintas kapal Pertamina diambil setelah melalui pembahasan risk assessment yang ketat selama satu bulan serta koordinasi intensif dengan Kemlu.

PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kapal bergerak dari Teluk Arab. Persyaratan tersebut, meliputi aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, hingga kesiapan kru kapal.

"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal," tuturnya.

2. Pengawasan 24 jam penuh

Kapal sedang berlayar di laut.
potret kapal tanker minyak (unsplash.com/Haydn)

Selama pelayaran, situasi kapal dimonitor selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim darat di crisis center PIS untuk memastikan keamanan.

Perusahaan juga memantau perkembangan situasi secara real-time bersama otoritas terkait. Keberhasilan itu menjadi langkah PIS dalam menjaga operasional pelayaran di salah satu jalur distribusi energi paling strategis dunia tersebut.

"Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh pihak serta masyarakat Indonesia untuk kapal Gamsunoro," ujar Vega.

3. Persiapan VLCC Pertamina Pride

potret kapal tanker Pertamina
potret kapal tanker Pertamina (pertamina-pis.com)

Saat ini, armada PIS lainnya di Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, sedang bersiap untuk bergerak. Prosesnya tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kepadatan lalu lintas, risiko lain, serta rekomendasi internasional.

“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More