PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan potensi sumber daya migas di sumur Tedong (TDG)-001 yang berada di area Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. (dok. Pertamina)
Pada kuartal I-2026, PHE membukukan pendapatan sebesar 3,44 miliar dolar AS atau setara Rp58,48 triliun. Capaian pendapatan itu tumbuh 2,39 persen (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan PHE yang belum diaudit, pendapatan perusahaan terdiri dari bisnis minyak mentah dan gas senilai 2,98 miliar dolar AS atau setara Rp50,66 triliun. Angka itu merupakan kumulasi dari pihak berelasi dan pemerintah, serta pihak ketiga.
Kemudian, pendapatan dari penyesuaian bagi hasil senilai 173,52 juta dolar AS atau setara Rp2,95 triliun, fee domestic market obligation (DMO) senilai 121,74 juta dolar AS atau setara Rp2,06 triliun, serta jasa distribusi dan logistik energi senilai 135,48 juta dolar AS atau setara Rp2,3 triliun.
Perusahaan juga mencatatkan penurunan beban pokok penjualan hingga 2,12 miliar dolar AS atau setara Rp36,04 triliuun dibandingkan pada kuartal I-2025 yang sebesar 2,28 miliar dolar AS atau setara Rp37,77 triliun.