Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (IDN Times/Trio Hamdani)
Proyek ini sebelum diimplementasikan telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi komprehensif, mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, serta kajian keekonomian dan manajemen risiko. CEOR berbasis polimer juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina untuk memastikan kesiapan implementasi dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.
CEOR di Lapangan Rama tidak hanya inovasi yang berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh data operasional, pembelajaran teknis, serta validasi kinerja teknologi sebagai landasan pengembangan implementasi CEOR secara full field pada masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency, sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal. Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut pada lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.
"Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Eecovery (CEOR), kita sedang memberikan 'terapi' baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional," kata Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).