Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pimpinan Baru BGN Tampil ke Publik, Ungkap Efisiensi-Moratorium SPPG
Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Pimpinan baru BGN yang dipimpin Nanik S Deyang resmi tampil ke publik bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
  • Nanik menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah efisiensi anggaran BGN yang kini sebesar Rp268 triliun tanpa mengurangi sasaran program.
  • BGN akan melakukan moratorium pendirian SPPG baru, membenahi dapur MBG yang ada, serta mempercepat realisasi program MBG di wilayah 3T.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hari ini ada bos baru di Badan Gizi Nasional namanya Bu Nanik, sama dua wakilnya Bu Agustina dan Pak Trenggono. Mereka ganti orang lama. Bu Nanik bilang mau hemat uang supaya kerja tetap bagus. Dia juga bilang dapur makan gratis yang baru belum boleh dibuat dulu, tapi dapur yang sudah ada akan dibenahi dan diberi pelatihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). Mulai dari Kepala BGN, Nanik S Deyang yang menggantikan Dadan Hindayana, serta dua wakilnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Nanik mengatakan, mereka baru saja menggelar rapat konsolidasi pimpinan baru hari ini. Usai rapat, Naniek membeberkan rencana efisiensi besar-besaran di BGN.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun,kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik di kantor pusat BGN, Jakarta Pusat.

Selain itu, BGN juga akan membekukan atau moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.

“Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM,” ucap Nanik.

Keempat, BGN akan segera merealisasikan program MBG untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Nah, itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan, jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran,” tutur Nanik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article