PIPA Ungkap Visi Baru, Fokus Bisnis Migas dan Rebranding

- PIPA siap maju dengan visi baru.
- Strategis bisnis baru PIPA ekspansi ke ekosistem energi.
- Rencana aksi korporasi 2026.
Jakarta, IDN Times – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memasuki era baru di bawah kendali manajemen baru dan pemegang saham pengendali (PSP) Meris Capital Indonesia (MCI). Dalam langkah strategisnya, Perseroan menegaskan pemisahan total dari manajemen lama serta melakukan reposisi bisnis ke sektor minyak dan gas (oil and gas).
Direktur Utama PIPA, Firrisky Ardi Nurtomo menegaskan, manajemen saat ini tidak lagi terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus hukum pada masa lalu. Dia pun menggarisbawahi pentingnya klarifikasi hukum untuk memberikan kepastian bagi pasar dan investor.
"Kami tidak memiliki keterkaitan hubungan pemilikan, baik operasional maupun penduduk digital, dan tidak lagi terafiliasi dengan pemegang saham pemerintahan lama atau direksi lama terkait kasus-kasus yang melibatkan tersangka baru dalam perkara manipulasi saham," tutur Firrisky saat konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).
1. PIPA siap maju dengan visi baru

Lebih lanjut Firrisky menjelaskan, segala sanksi administratif yang muncul akibat tata kelola masa lalu akan menjadi tanggung jawab penuh manajemen sebelumnya. Manajemen baru berkomitmen untuk kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan dan mengutamakan transparansi.
"Artinya dengan segera klarifikasi hukum yang ada, itu sudah terkuat dan hukum tetap, clean and clear, kita maju dengan visi baru," ujar dia.
2. Strategis bisnis baru PIPA ekspansi ke ekosistem energi

Sejalan dengan itu, di bawah kendali MCI, PIPA tidak lagi hanya bergantung pada manufaktur pipa PVC. Perseroan kini tengah membangun ekosistem bisnis yang mencakup fasilitas produksi, trading, hingga infrastruktur transportasi energi.
Direktur PIPA, Noprian Fadli memaparkan, sektor oil and gas akan menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan ke depan. Strategi ini dirancang untuk menciptakan stabilitas keuntungan melalui recurring revenue.
"Bisnis oil and gas akan dominan, lebih dari 50 persen porsinya karena itu core bisnis yang akan menjadi pendorong utama. Sementara manufaktur akan menjadi complimentary yang justru bisa lebih besar lagi karena adanya dukungan proyek dari sisi energi," tutur Noprian.
Noprian pun merinci tiga pilar utama transformasi bisnis PIPA. Pertama, fasilitas produksi yang fokus pada pendapatan berulang dengan margin keuntungan tinggi.
Kedua, trading dan distribusi guna mengincar volume transaksi dan arus kas yang besar untuk memperkuat ekosistem independen.
Ketiga, transportasi dan infrastruktur guna embangun armada dan fasilitas penyimpanan sendiri untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.
3. Rencana aksi korporasi 2026

Sebagai bagian dari penguatan struktur modal, PIPA berencana melakukan aksi korporasi berupa rights issue yang ditargetkan rampung pada kuartal III atau kuartal IV-2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi lini bisnis baru serta memperkuat fundamental perusahaan.
Selain itu, dalam waktu dekat perseroan akan melakukan perubahan identitas, mulai dari nama perusahaan, logo, hingga domisili untuk mencerminkan nilai baru yang diusung oleh manajemen MCI.
"Segera kita akan melakukan perubahan nama, logo, domisili, dan administrasi lainnya untuk mempertegas transformasi ini," kata Noprian.


















