ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan penguatan MRO tidak hanya ditujukan untuk menjaga keandalan aset pembangkitan, tetapi juga meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.
"Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional," kata Bernadus.
Pengembangan pusat MRO tersebut mencakup pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan di lingkungan PLN, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
PLN Indonesia Power menargetkan pengembangan kapabilitas MRO tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang layanan pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan life extension turbin serta rotating equipment ke pasar Asia Pasifik.
Selain proyek energi surya, PLN Indonesia Power Group memperkuat bisnis Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) melalui dua kerja sama.
Anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), menggandeng PT ABB Sakti Industri untuk memperkuat layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.