PLN IP Perkuat Portofolio PLTS Dukung Program Energi Surya 100 GWp

- PLN Indonesia Power memperkuat portofolio PLTS untuk mendukung Program PLTS 100 GWp, termasuk proyek Gajah Mungkur 134,2 MWp, Saguling 92 MWp, Pasuruan dan Banyuwangi masing-masing 132 MWp.
- Perseroan menekankan pengembangan energi surya memerlukan teknologi, kolaborasi, serta penyesuaian terhadap kebutuhan sistem dan karakteristik wilayah demi pembangkit yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan.
- Program PLTS 100 GWp ditargetkan selesai sekitar tiga tahun, membutuhkan investasi 73 miliar dolar AS, serta diproyeksikan menciptakan 5,52 juta pekerjaan dan menurunkan emisi 120 juta ton CO₂ per tahun.
Jakarta, IDN Times - PT PLN Indonesia Power memperkuat portofolio pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp. Sejumlah proyek energi surya telah dikembangkan perseroan bersama mitra strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Portofolio tersebut mencakup PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan kapasitas 134,2 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, serta PLTS Banyuwangi 132 MWp.
"Pengembangan proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi PLN Indonesia Power dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan sistem ketenagalistrikan nasional.," ucap Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta.
1. Pengembangan PLTS tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi terbarukan

PT PLN Indonesia Power memperkuat portofolio pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp. (Dol/Istimewa) Ia mengatakan, perseroan siap mengambil peran dalam mempercepat pengembangan energi surya di Indonesia. Menurutnya, pengembangan PLTS tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan penguatan teknologi dan kolaborasi.
"PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan," ujar Bernadus.
2. Optimalkan pengembangan energi surya

Petugas PLN melakukan inspeksi solar panel PLTS IKN. Foto PLN Ia menambahkan, pengalaman dan kapabilitas perseroan akan dioptimalkan untuk mengembangkan potensi energi surya di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan tersebut juga akan mempertimbangkan kebutuhan sistem dan karakteristik masing-masing wilayah.
Komitmen tersebut sejalan dengan peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran terkait pada 25 Agustus 2026 di Bali.
Adapun Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp rampung dalam sekitar tiga tahun. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
3. Program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an) Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS atau setara Rp1.120 triliun. Program tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun.
"Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar 73 miliar dolar AS atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, implementasi program akan dilakukan secara masif dalam tiga tahun dengan memanfaatkan potensi energi nasional. Pemerintah berharap pengembangan energi surya dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Bagi PLN Indonesia Power, pengembangan PLTS menjadi bagian dari transformasi portofolio pembangkitan perusahaan. Perseroan juga terus mendorong kolaborasi dengan mitra strategis untuk mengembangkan proyek energi terbarukan dengan tetap memperhatikan keandalan sistem ketenagalistrikan.
Dengan penguatan portofolio PLTS tersebut, PLN Indonesia Power berupaya memperbesar kontribusinya dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus mendukung agenda transformasi energi nasional.

















![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Menjadi Miliarder? Cek di Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220713/fromandroid-ce0d4472c42654a331fe783d6c694d5b.jpg)


![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)