Rupiah Melemah Pagi Ini, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

- Rupiah melemah 28 poin atau 0,16 persen ke Rp17.772 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu pagi.
- Eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah, penguatan dolar AS, dan imbal hasil obligasi AS menekan rupiah.
- Pengamat memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (2/9/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB, mata uang Garuda terkoreksi sebanyak 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.772 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Konflik Timur Tengah dan harga minyak tekan rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan sejumlah sentimen lainnya.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia, serta penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS," kata Lukman.
2. Sinyal hawkish The Fed dorong penguatan dolar AS
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen terhadap rupiah juga dipengaruhi pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole yang dinilai bernada hawkish.
Sikap hawkish tersebut kembali meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS paling cepat pada September 2026. Menurut Ibrahim, ekspektasi tersebut mendorong penguatan dolar AS sekaligus kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek.
"Menurut perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66 persen untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh," ujar Ibrahim.
3. Proyeksi pergerakan rupiah di perdagangan Rabu
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diperkirakan berada dalam rentang Rp17.740 hingga Rp17.790 per dolar AS.
















![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Menjadi Miliarder? Cek di Quiz Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220713/fromandroid-ce0d4472c42654a331fe783d6c694d5b.jpg)

