Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Industri Estetika Bergeser, Konsumen Makin “Skintellectual”

Industri Estetika Bergeser, Konsumen Makin “Skintellectual”
Euromedica Group melalui SKIN+ Clinic Hadirkan SKIN+Booster, Jawab Kebutuhan Konsumen yang Semakin “Skintellectual” Dok. Istimewa)
  • Konsumen estetika kini makin “skintellectual”, aktif memeriksa kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, dan kecocokan perawatan sebelum memilih layanan.
  • Industri bergeser dari treatment yang sedang tren ke solusi personal berbasis tujuan kulit; SKIN+ mengelompokkan lebih dari 20 skin booster dalam enam kategori kebutuhan.
  • Banyaknya pilihan membuat assessment, rekomendasi, kompetensi dokter, riset, serta standardisasi protokol semakin penting untuk menentukan perawatan sesuai kondisi kulit individu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perkembangan industri estetika turut mengubah cara konsumen memilih perawatan kulit. Jika sebelumnya konsumen cenderung mengikuti treatment yang sedang populer, kini mereka semakin aktif mencari informasi mengenai kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, hingga kesesuaian treatment dengan kondisi kulit.

Perubahan tersebut melahirkan generasi konsumen yang semakin “skintellectual”, yakni lebih teredukasi dan kritis dalam menentukan perawatan. Kondisi ini sekaligus mendorong industri estetika menghadirkan layanan yang lebih personal dan berbasis kebutuhan.

SKIN+ Clinic, bagian dari Euromedica Group, merespons perubahan tersebut melalui SKIN+Booster Series, pendekatan personalized skin booster yang mengelompokkan lebih dari 20 pilihan skin booster ke dalam enam kategori berdasarkan kebutuhan dan tujuan kulit atau skin goals.

Berikut sejumlah perubahan yang tengah terjadi dalam industri estetika:

  1. 1. Konsumen makin teredukasi, personalisasi jadi penting

    Sebuah keranjang anyaman cokelat berisi berbagai macam botol serum, toner, wadah krim wajah, kapas pembersih, dan sikat badan kayu di atas kain putih.
    Ilustrasi deretan produk perawatan kulit untuk skincare routine harian. (unsplash.com Skincare)

    Konsumen estetika kini tidak lagi sekadar mencari hasil kulit glowing, tetapi juga ingin memahami treatment yang akan mereka jalani. Mereka mulai mencari tahu mengenai ingredients, teknologi, manfaat, hingga keamanan sebelum datang ke klinik.

    Menurut Renny Hasibuan, GM Marketing Euromedica Group, meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap skincare dan aesthetic treatment menjadi salah satu perubahan penting dalam industri kecantikan.

    “Konsumen sekarang semakin skintellectual. Mereka datang bukan hanya mencari glowing skin, tetapi sudah mulai memahami ingredients, teknologi, bahkan mencari tahu treatment sebelum datang ke klinik. Semakin knowledgeable konsumennya, semakin personal pula solusi yang harus kita berikan,” ujar Renny Hasibuan.

    Menurut Renny, banyaknya pilihan skin booster di pasar menjadi keuntungan sekaligus tantangan. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan, tetapi belum tentu mengetahui treatment yang paling relevan dengan kondisi kulitnya.

    “Itulah mengapa kami membangun SKIN+Booster bukan sekadar sebagai kumpulan treatment. Kami membuat enam kategori berdasarkan skin goals agar konsumen lebih mudah memahami kebutuhannya. Kami ingin SKIN+ dikenal sebagai expert yang membantu konsumen menemukan skin booster yang tepat, bukan sekadar menawarkan skin booster yang sedang populer,” tambah Renny.

  2. 2. Industri estetika bergeser ke perawatan berbasis tujuan

    Perawatan wajah
    ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Anna Shvets)

    Perubahan perilaku konsumen turut mendorong pergeseran dari pendekatan treatment-based menjadi goal-based dan personalized. Melalui SKIN+Booster Series, lebih dari 20 pilihan skin booster dikelompokkan berdasarkan enam skin goals, yakni GLOW+ untuk kulit glowing dan terhidrasi, AGELESS+ untuk concern anti-aging dan tanda-tanda penuaan, BRIGHT+ untuk pigmentasi dan warna kulit tidak merata, CLEAR+ untuk acne concerns, TEXTURE+ untuk membantu mendapatkan tampilan tekstur kulit lebih halus, serta HEAL+ untuk kebutuhan kulit sensitif dan skin barrier.

    Pendekatan tersebut ingin mengubah cara konsumen menentukan perawatan, dari sekadar mencari treatment yang sedang tren menjadi memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan kulit. Perubahan ini juga sejalan dengan perkembangan industri estetika global. Berdasarkan ISAPS Global Survey 2024 yang dirilis pada Juni 2025, lebih dari 20,5 juta prosedur estetika nonbedah dilakukan oleh dokter bedah plastik di seluruh dunia.

    Sementara itu, ulasan tren 2026 dari American Society of Plastic Surgeons menyoroti pergeseran menuju pendekatan preservasi dan regeneratif, dengan hasil yang alami dan tidak kentara. Skin booster dan biostimulatory filler disebut sebagai bagian dari perawatan yang berfokus pada peningkatan kualitas kulit.

  3. 3. Peran dokter dan standardisasi semakin penting

    Perawatan wajah
    ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Gustavo Fring)

    Semakin banyak pilihan treatment membuat proses assessment dan rekomendasi dokter menjadi semakin penting. Kondisi kulit setiap individu dapat berbeda sehingga treatment tidak bisa disamaratakan. Menurut dr. Renobulan Sanusi, SKIN+ Doctor & Trainer, kondisi kulit, concern, dan skin goals perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan jenis skin booster.

    “Tidak ada satu skin booster yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Dua orang dapat memiliki usia yang sama tetapi kondisi kulit, concern, dan skin goals yang berbeda. Karena itu, kami melihat kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis skin booster yang paling sesuai,” jelas dr. Renobulan.

    Karena itu, perkembangan industri estetika tidak hanya bergantung pada bertambahnya pilihan produk dan teknologi, tetapi juga kompetensi tenaga medis.

    SKIN+ Clinic menyebut pendekatan personal perlu berjalan beriringan dengan riset dan standardisasi. Euromedica Research Lab menjalankan evaluasi internal terhadap treatment dan protokol, sementara Euromedica the Academie memberikan training dan standardisasi kepada dokter terkait product knowledge, teknik, protokol, dan standar treatment.

    “Dalam personalized treatment, bukan hanya produknya yang penting. Pemahaman dokter terhadap kondisi kulit, karakteristik setiap skin booster, teknik, serta protokol treatment juga sangat menentukan. Karena itu, training dan standardisasi dokter menjadi bagian penting dari SKIN+Booster,” ujar dr. Renobulan.

  4. 4. Masa depan industri estetika semakin personal

    ilustrasi perawatan dengan dokter kulit (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi perawatan dengan dokter kulit (pexels.com/Gustavo Fring)

    Dengan konsumen yang semakin teredukasi, industri estetika dituntut tidak hanya menghadirkan lebih banyak pilihan treatment, tetapi juga memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Pergeseran ini membuat layanan estetika semakin berorientasi pada kualitas kulit, hasil yang natural, serta tujuan personal masing-masing konsumen.

    Bagi pelaku industri, perubahan tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya treatment yang tersedia, tetapi juga kemampuan memberikan pengalaman yang relevan, terukur, dan sesuai kebutuhan konsumen.

    “Beauty sekarang semakin personal. Bagi kami, the future of beauty bukan tentang membuat semua orang memiliki kulit yang sama, tetapi membantu setiap orang mencapai versi terbaik dari kulitnya sesuai kebutuhan dan goal masing-masing. Itu yang kami maksud dengan ‘Your Skin. Your Goal. Boost It Your Way,’” tutup Renny.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More