Jakarta, IDN Times – Indonesia akan mengirim tim teknis dan engineer ke Korea Selatan untuk membahas pembelian jet tempur KF-21. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan rencana ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara.
“Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim untuk menangani aspek teknis dan engineering,” ujar Airlangga di Korea Selatan, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, pertemuan juga membahas mekanisme pembayaran dan isu teknis terkait spesifikasi pesawat yang sudah dibahas sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.
KAI KF-21 Boramae adalah jet tempur multiperan generasi 4.5 hasil kolaborasi Korea Selatan (KAI) dan Indonesia, yang dirancang sebagai pesawat tempur canggih dengan radar AESA, sensor IRST, dan fitur siluman (stealth) terintegrasi pada varian masa depan. KF-21, yang sering disebut sebagai "Boramae" (Falcon)
Selain soal pesawat, pertemuan bilateral menyinggung isu halal untuk industri makanan dan minuman. Lima lembaga Korea telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan BPJPH Indonesia, sehingga kepastian standar halal bagi produk Korea sudah terselesaikan.
Isu hak kekayaan intelektual (intellectual property rights) juga dibahas. Airlangga menekankan, semua hak yang diberikan berlaku adil (level playing field) bagi kedua negara.
Dalam sektor energi, Presiden Korea, Lee, menyampaikan permintaan pasokan LNG dan batu bara. “Korea, yang 70 persen energinya bergantung pada Timur Tengah, melihat Indonesia sebagai alternatif pasokan LNG dan batu bara. Ini akan menjadi kerja sama strategis ke depan, seiring meningkatnya permintaan domestik,” ungkap Airlangga.
